SIGLI – Lima handphone (HP) milik kafilah MTQ dari Aceh Jaya raib diduga dicuri saat telepon genggam itu sedang diisi daya di Masjid Al-Ikhlas, Kompleks Perumnas Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu, 21 September 2019, sekira pukul 03:30 WIB dini hari.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Jaya, Abdullah Sufi, kepada portalsatu.com/ mengatakan pihaknya sudah membuat laporan ke polisi terkait kasus pencurian HP tersebut.
“Peristiwa itu sudah kita laporkan ke pihak kepolisian. Aksi pencurian itu terekam CCTV masjid. Rekaman CCTV sudah diambil polisi,” kata Abdullah.
Abdullah menjelaskan, kejadian itu berawal ketika para peserta MTQ mengikuti bimbingan dari pelatih di Masjid Al-Ikhlas yang berdekatan dengan rumah penampungan mereka, Sabtu, sekira pukul 21:00 hingga 24:00 WIB. “Lalu para peserta kembali ke penampungan. Namun, 10 orang di antaranya memilih tidur di masjid karena rumah terlalu sempit,” ujarnya.
Menurut Abdullah, kehilangan lima HP, baru diketahui ketika Musmuliadi (sopir kafilah), sekira pukul 04: 00 WIB, terbangun dan melihat telepon genggam yang sebelumnya dicas, tidak ada lagi di tempat itu. “Hanya tinggal charger-nya. Lalu, Musmuliadi membangunkan salah satu peserta MTQ sambil menanyakan apakah ada memindahkan HP miliknya”.
“Mereka semua terbangun dan memeriksa HP masing-masing. Betapa kagetnya, HP mereka juga hilang saat sedang mengisi daya,” tutur Abdullah.
Adapun lima HP yang raib yakni 2 unit merek Vivo, 1 Siomi R6, dan 2 Siomi N4.[]
Penulis: Zamah Sari



