TAKENGON PLN Rayon Takengon malam tadi kembali memadamkan listrik di seputaran Kota Takengon. Tak tanggung-tanggung, pemadaman yang dilakukan hingga empat jam sejak pukul 18.00 – 22.00 WIB, Kamis, 8 Juni 2017.
Ada hidup sebentar sekitar pukul 20.30 WIB, udah itu mati lagi, sampai pukul 21.50 WIB, listrik belum juga hidup, kata salah seorang warga di Kota Takengon kepada portalsatu.com, Jumat, 9 Juni 2017.
Menanggapi hal itu, Kepala Distribusi PLN Rayon Takengon Aliminjar Ariga, membantah pemadaman arus listrik yang dilakukan sampai empat jam. Pemadaman itu katanya, hanya berlangsung sekitar 2,5 jam.
Ia mengatakan, pemadaman itu terpaksa dilakukan lantaran adanya gangguan jaringan yang diakibatkan oleh tersangkutnya tali layang-layang di tiga titik, yakni di tali jaringan depan Bank BRI Blang Kolak II, Mess Timeruang, dan di kawasan Ujung Gerugung.
Ganggugan di Ujung Gerugung justru sampai timbul ledakan gara-gara nyangkut tali layang-layang itu, terlebih kemarin itu kondisinya hujan, kata Aliminjar.
Imbasnya, kata Aliminjar, akibat ledakan itu, satu kabel putus pada Load Break Switch (LBS) atau dikenal juga dengan sistem pembagi arus yang teletak di depan Pertamina Kemili.
Perbaikan sistemnya kita dilakukan secara double service mengingat kerusakan yang cukup serius. Maka agak sedikit lama pemadamannya, ujar Aliminjar.
Ia menyebutkan, beban puncak listrik untuk Aceh Tengah mencapai 13 Megawatt (MW). Beban itu, kata Aliminjar, dipasok dari PLTD Ayangan dengan produksi 15 MW.
Sisa produksi PLTD Ayangan sekitar 2 MW lagi, kita pasok untuk kawasan Janarata, Kecamatan Bandar, Bener Meriah. Arus kita mencukupi, dan untuk Ramadan ini sebenarnya tidak ada pemadaman, kecuali ada gejala alam, ujarnya.[] (*sar)



