LHOKSUKON – Sebanyak 200 lebih rumah di Gampong Trieng dan Cebrek, Kemukiman Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara mengalami pemadalam listrik. Pihak PT. PLN menyebut pemadaman terjadi lantaran transformator di kawasan tersebut disambar petir, Rabu, 26 April 2017, sekitar pukul 03.00 WIB.

“Dini hari tadi listrik padam, hanya sesaat. Setelah menyala, selang satu jam kembali padam, menjelang subuh baru menyala lagi. Ini sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, belum juga ada kejelasan,” ujar Dian, warga Gampong Trieng kepada portalsatu.com.

Dian menyebut kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan, khususnya anak-anak. “Listrik sebentar-sebentar padam, tagihan malah membengkak,” ucapnya kesal.

Hal senada diungkap Saiful, 31 tahun, warga gampong yang sama. “Listrik bisa padam sesuka hati, tapi jika tagihan menunggak dua bulan, langsung datang petugas PLN melakukan pemutusan. Kita tidak masalah listrik mahal atau murah, yang penting sesuai dengan pelayanan. Bek siat-at mate lampu,” timpalnya.

Sementara itu, PIC Humas PLN Area Lhokseumawe Ali Basyah dikonfirmasi secara terpisah membenarkan listrik di dua desa dalam Kecamatan Lhoksukon padam. Hal itu, menurutnya, karena transformator disambar petir, sehingga suplai arus terganggu.

“Ada 200-an rumah yang padam karena transformator disambar petir dini hari tadi. Ini sejak pagi petugas sudah berada di lokasi melakukan perbaikan. Jika tidak ada kendala, sore ini sudah normal lagi. Kami berupaya semaksimal mungkin, sehingga kondisi ini tidak berlangsung lama,” ujar Ali.

Hal senada dikatakan Kaswani, petugas lapangan PT. PLN Ranting Lhoksukon. “Padamnya listrik karena ada transformator yang disambar petir. Jika memang tidak ada pergantian alat, listrik akan normal hari ini juga. Namun jika ada pergantian alat, maka harus menunggu suplai alat dari Medan. Sampai saat ini kita masih berusaha melakukan perbaikan,” ucapnya.[]