BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan diingatkan agar mematangkan persiapan pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP yang akan berlangsung pada Mei 2017.

Anggota Komisi D (Bidang Pendidikan) DPRK Banda Aceh Arida Sahputra berharap pemadaman listrik PLN  seperti yang terjadi saat UN tingkat SMK dan SMA tidak terulang pada UN SMP.

“Cukuplah kejadian mati listrik yang dialami saat UN SMK dan SMA sederajat sebagai pelajaran bagi kita menghadapi UN SMP, khususnya di Banda Aceh,” kata Arida Sahputra melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Selasa, 11 April 2017.

Arida juga meminta dinas terkait untuk menyiapkan genset bagi sekolah-sekolah. Pasalnya, jika listrik padam saat ujian, tidak hanya mengganggu siswa untuk mengerjakan soal, tetapi juga memengaruhi konsentrasi siswa.

“Terutama bagi sekolah-sekolah yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Ini harus dari sekarang dipastikan siap, mulai dari listriknya bagaimana, sinyal internet, dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Anggota Fraksi PKS DPR Kota Banda Aceh itu mengajak para siswa SMP sederajat untuk mempersiapkan diri menghadapi UN, memperbanyak ibadah dan doa agar diberikan yang terbaik saat ujian.

Arida turut meminta Dinas Pendidikan Banda Aceh melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa bahwa ukuran kelulusan siswa bukan lagi pada UN, tetapi ujian sekolah. Sehingga gurulah yang akan menentukan lulus tidaknya seorang siswa.

“Ujian Nasional ini hanya barometer pendidikan, tapi kelulusan sekolah yang menentukan, maka orang tua jangan mengangap ini adalah sesuatu yang sangat menentukan masa depan anaknya,” kata Arida.

Sementara itu terkait dengan target UN Banda Aceh tahun ini, Arida berharap bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Seperti diketahui UN tingkat SMP/MTs akan dilakukan dengan sistem dua gelombang. Gelombang pertama UN SMP/MTs yakni pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017. Sedangkan gelombang kedua UN SMP/MTs pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.[](rel)