BANDA ACEH – Padamnya listrik yang kian masif dalam beberapa hari terakhir di Banda Aceh dan sekitarnya berdampak ke segala sektor. Kondisi ini tentu saja membuat masyarakat kian kesal. Pasalnya banyak urusan atau aktivitas mereka menjadi terhambat yang bersebab oleh padamnya listrik. Belum lagi kerugian secara finansial, khususnya bagi para pelaku usaha.
Seperti yang dikeluhkan oleh Andi, dosen Universitas Abulyatama Aceh Besar. Pagi tadi Andi mengatakan dirinya mendatangi kantor geuchik di salah satu gampông di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh untuk mengurus surat pindah.
“Tapi sampai di sana surat yang saya perlukan tidak bisa diproses karena listrik padam,” kata Andi kepada portalsatu.com.
Setelah itu Andi bergerak menuju ke kantornya di kawasan Ulee Kareng Banda Aceh. Apes, sampai di kantor ternyata listrik juga padam.
“Kalau seperti ini kan pekerjaan kita jadi terhambat,” kata Andi dengan dongkol.
Padamnya listrik memang berdampak pada banyak hal, seperti terganggunya jaringan internet, jaringan ATM, rusaknya perangkat elektronik karena ketidakstabilan arus, kebakaran, hingga tidak tersedianya menu teh dingin di warung kopi.
“Kita biasanya pakai es kristal tapi karena listrik padam mereka tak produksi. Jadi hari ini tidak ada yang dingin-dingin termasuk teh dingin,” ucap salah seorang pelayan warung kopi di Banda Aceh yang namanya enggan ditulis, Selasa, 25 April 2016.
Liza, warga Doy, Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh, punya pengalaman tak menyenangkan yang berbeda pula terkait hal ini. Kemarin ibu muda tersebut mampir ke salah satu mesin ATM di pusat perbelanjaan tak jauh dari tempatnya bekerja. Karena listrik padam mesin ATM tersebut tidak bisa digunakan, ia lantas pergi ke mesin ATM di lokasi lainnya.
“Ketika saya cek saldo nominal yang muncul hanya beberapa puluh ribu saja, padahal uang di rekening saya lumayanlah,” kata Liza. “Bebeberapa jam kemudian saya pergi lagi ke mesin ATM yang lain, malah muncul tulisan Anda tidak berhak menggunakan ATM ini, kan parah…, ATM droe teuh, peng droe teuh peu pasai tidak berhak menggunakan,” kata Liza menggerutu.
Setelah sempat normal beberapa waktu lalu, kini listrik di Ibu Kota Provinsi ini kembali on off-on off. Pantauan portalsatu.com, pemadaman terjadi di beberapa titik di Banda Aceh seperti kawasan Darussalam, Lampineung, Ulee Kareng, Tungkop, Baitussalam. Pemadaman listrik juga terjadi dalam waktu yang lama.
GM PLN Aceh, Bob Syahril yang dihubungi portalsatu.com kemarin, Senin, 25 April 2016 mengatakan kalau hari ini, Selasa, 26 April 2016 listrik di Aceh akan kembali normal. Akan tetapi sampai berita ini diturunkan listrik di Aceh belum kembali normal.
Bob yang dihubungi kembali hari ini mengatakan hal yang sama seperti kemarin, bahwa listrik akan kembali normal esok harinya.
“Masih ada pemadaman Pak, beberapa MW yang akan dipadamkan kembali karena PLTU-nya masih dibebani 50%. Besok akan kembali normal,” tulis Bob dalam pesan singkat via What's Up, Selasa, 26 April 2016.
Sampai sekarang, beberapa titik di Banda Aceh dan Aceh secara keseluruhan masih mengalami pemadaman listrik. Belum diketahui pasti apakah listrik akan benar-benar normal esok hari. Masyarakat hanya bisa berharap listrik benar-benar akan kembali normal esok hari.
Sebelumnya, Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadhillah, dalam sebuah diskusi mengatakan, investor akan sulit menanamkan modalnya di Aceh jika stabilitas listrik tidak terjamin.
Menanggapi pernyataan Ketua DPRK Banda Aceh, Andi mengatakan, jika kondisinya seperti ini, bukan hanya investor luar yang enggan masuk ke Aceh, pengusaha lokalpun bukan tak mungkin bakal gulung tikar. “Sungguh miris!” kata Andi.[](ihn)






