SIGLI – Warga Teupin Raya Kecamatan Geulumpang Tiga, Pidie mengeluhkan ulah PLN yang kerap memadamkan listrik meskipun sedang dalam bulan Ramadan. Apalagi dalam sehari listrik bisa mati sampai berkali-kali dan durasinya dinilai cukup lama.
“Seperti kemarin, paginya listrik sudah mati. Lalu setelah zuhur mati lagi hingga jelang berbuka puasa,” kata Hafsah, warga Gampông Kaye Jatoe, kepada portalsatu.com, Senin, 29 Mei 2017.
Yang lebih membuat kesal kata Hafsah, saat sedang berbuka puasa listrik juga hidup mati hidup mati. Membuat acara berbuka puasa menjadi terganggu.
“Malamnya belum selesai kita tarawih sudah mati lagi. Tengah malam hidup, lalu saat mau sahur mati lagi. Jadilah kami makan sahur dalam gelap. Bit-bit meutuwah that PLN nyan,” kata Hafsah lagi dengan nada satir.
Hal senada diungkapkan Nyak Gade. Perempuan berusia senja itu mengatakan, listrik yang kerap padam di bulan puasa terutama saat malam hari tak hanya menimbulkan ketidaknyamanan saat berbuka atau sahur. Namun juga membuat kegiatan ibadah jadi terganggu.
“Meu taneuk beut pih hanjeut. Adak ta seumayang teuraweh meunye lam supot pane pah,” katanya.[]


