LANGSA — Badan Kesbangpol Aceh menggandeng Badan Kesbangpol Kota Langsa mengadakan lokakarya hasil survey Tinjauan Capaian Penanganan Konflik Aceh tahun 2017 di Aula Kantor BPM Kota Langsa, Sabtu, 11 November 2017.

Kepala Badan Kesbangpol Langsa Agussalim mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil kajian dari penelitian capaian penanganna konflik di Aceh, serta menjadi masukan dalam memperkaya hasil survey.

Ada dua narasumber yang dihadirkan yaitu Wiratmadinata dan Bismayadi Putra, dengan penanggap masing-masing Kaban Kesbangpol Langsa Agussalim, dan Muhammad Alkaf dari akademisi.

Lokakarya ini melibatkan seratusan peserta dari unsur TNI/Polri, Kajari, SKPK, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, hingga mahasiswa.

Asisten Setda Kota Langsa Suriyatmo dalam kesempatan itu mengatakan, berbicara mengenai hasil survey capaian penanganan konflik Aceh perlu diketahui bahwa, konflik artinya saling memukul.

“Secara umum diartikan interaksi antar dua orang atau kelompok yang menginginkan dan menghancurkan salah satu pihak,” kata Suriyatmo.

Ia mencontohkan ada 1.300 orang yang disandera di Papua oleh separatis yang menjadi korban dari konflik tersebut.

“Kota Langsa tahun 2017 tidak dijadikan objek penelitian karena sudah dilakukan pada 2014, dan kami berterima kasih karena kegiatan hasil survey di Kota Langsa,” katanya.

Suriyatmo mengatakan ada tiga upaya dalam menangani konflik yaitu pencegahan, penyelesaian, dan pemulihan. “Untuk itu, melalui acara ini saya berharap kepada adik-adik mahasiswa untuk dapat mencermati dan mendalami isi dari kegiatan hari ini.”[]