SUBULUSSALAM – Akses jalan provinsi yang menghubungkan Kota Subulussalam menuju Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil terancam putus akibat longsor semakin parah menyebabkan badan jalan tersisa sekitar dua meter lagi.

Longsor terjadi  beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir diduga lantaran curah hujan yang sangat tinggi di wilayah itu menyebabkan tanah menjadi gembira sehingga berpotensi longsor.

"Longsor terjadi beberapa kali akibatnya badan jalan semakin kecil," kata Suhendri salah seorang pengguna jalan kepada portalsatu.com/, Kamis, 22 November 2018.

Berdasarkan amatan portalsatu.com/ di lapangan kerusakan badan jalan akibat longsor diperkirakan sepanjang 10 meter dengan kedalaman belasan meter ke dasar jurang. Separuh badan jalan jatuh ke jurang sehingga akses jalan menjadi lebih sempit.

Kerusakan badan ini berada di sebelah kanan menuju Singkohor, tepatnya di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Di sana terlihat sekitar dua meter badan jalan yang tersisa dalam kondisi retak, dikhawatirkan kembali ambles jika hujan lebat mengguyur daerah tersebut.

Akses jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur transportasi dari Subulussalam menuju Kecamatan Singkohor bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.

Akibat kondisi jalan longsor semakin besar hanya kendaraan roda dua yang masih melintasi jalan tersebut, kecuali beberapa mobil kecil seperti L300 yang sesekali masih nekat menerobos akses tersebut.

Tidak jauh dari lokasi itu, juga terdapat kerusakan badan jalan akibat  longsor, tepatnya sebelah kiri menuju Kecamatan Singkohor dengan kedalaman belasan meter dan panjang sekitar delapan meter.

“Ada dua titik longsor sangat parah, badan jalan yang tersisa sekitar dua meter, itu sudah mulai retak,” ujar Ucok pengguna jalan.

Menurutnya, longsor diperkirakan bisa bertambah besar, bahwa menyebabkan akses jalan berpotensi putus totaljika tidak segera ditangani oleh pemerintah melalui dinas terkait.

“Longsor di sisi kiri dan kanan badan jalan ini dikhawatirkan semakin meluas karena tanah di bagian bawah mulai kosong akibat tergerus air hujan,” katanya.

“Sepintas kita lihat masih ada sisa dua meter, di bawah sudah melengkung, tanah kosong, lihat ini sudah retak sebentar lagi ambles,” ungkapnya kembali.

“Semoga pemerintah segera memperbaiki jalan ini karena akses satu-satunya menuju Singkohor bisa ditempuh jarak dekat sekitar 20 menit. Jika jalan putus harus lewat Kecamatan Gunung Meriah menuju Singkohor jarak tempuh bisa mencapai dua jam lebih,” sambung pria beranak dua ini usai pulang dari kebunnya yang tidak jauh dari lokasi tersebut.[]