Sejarah kian  lapuk dan menua
gerah menumpuk dalam dada zaman
asa manusia menggelegak
oleh dahaga aroma istana.

Perseteruan dan persaudaraan
bagai saudara tiri
yang tak terelakkan
seumpama teka teki
untuk mencari kebijaksanaan.

Dari Babilonia, Mesir dan Atena,
Persia atau Romawi, 
mengangsur luka lama
hingga amuk bar bar 1258.

Bahkan sampai ke perang modern,
semua melempar kisah tentang luka yang terparah dari peradaban kita, sambil belajar kembali meracik keadaban murni yang terbukti disemai oleh sejarah dengan tanpa menjadi lapuk atau gerah oleh kontaminasi era digital.[]

Taufik Sentana
Peminat kajian sosial-budaya. Sangat interes terhadap Esensi Peradaban Islam.