JAKARTA – PT Waskita Karya Infrastruktur, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk., bakal mencoba peruntungan di bisnis konsesi rumah sakit setelah lulus tahap prakualifikasi proyek kerja sama di Banda Aceh.
Direktur Utama PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI), Eko Widianto, mengatakan perseroan dinyatakan lulus tahap prakualifikasi bersama tiga peserta lainnya dalam proyek kerja sama RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Dalam tahapan tersebut, WKI menggandeng PT Selaras Medika Utama sebagai mitra konsorsium.
“Ini baru PQ [pre-qualification] dan RfP [request for proposal] baru tahun 2020. Kami masih mendalami skema bisnisnya,” jelas Eko, Kamis, 26 Desember 2019.
Bila tahapan penawaran atau RfP dibuka, WKI bakal berhadapan dengan tiga peserta lain yang juga dinyatakan lulus prakualifikasi. Ketiga peserta itu yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.; Samsung C&T Corporation; dan Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Proyek pengembangan RSUZA menelan invesatasi hingga Rp1,5 triliun.
Badan usaha ditawarkan untuk merancang, membangun, membiayai, memelihara, dan mengelola sejumlah prasarana antara lain gedung rumah sakit, peralatan kesehatan, sistem informasi manajemen rumah sakit, dan kegiatan penunjang nonklinis.
Kerja sama antara badan usaha dengan Pemerintah Aceh direncanakan berlangsung selama 17 tahun. Investasi badan usaha akan dikembalikan melalui mekanisme pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP) oleh Pemerintah Aceh.
Proyek kerja sama RSUZA merupakan proyek keempat yang digulirkan lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Sebelumnya, tiga proyek pengembangan rumah sakit yang ditawarkan dengan skema serupa yaitu RS Kanker Dharmais, RSUD Krian Sidoarjo, dan RSUD Hasri Ainun Habibie Gorontalo.
Eko menuturkan, ke depan WKI akan terus mencari peluang baru di bidang investasi infrastruktur.
Dia menyebutkan, ekspansi akan diarahkan pada bidang infrastruktur di luar jalan tol. Saat ini, WKI sudah merambah sektor energi dan fabrikasi baja.
Reporter: Rivki Maulana.[]Sumber: bisnis.com




