SUBULUSSALAM – Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam menyoroti warna tabir di gapura lokasi Taman Lai Ikan, Perbatasan Sumatera Utara-Aceh. Di sana terlihat ada warna orange (kuning jeruk atau kuning kunyit atau jingga) bukan warna merah yang menjadi simbol (lambang) tabir Subulussalam.

“Salah satu warna tabir itu warna merah bukan orange seperti yang terpasang di gapura salah itu,” kata Wakil Ketua MAA Kota Subulussalam, Safran Kombih SH MH kepada portalsatu.com, Kamis 17 November 2016.

Safran menjelaskan ada lima warna tabir ciri khas Subulussalam yakni hitam, hijau, kuning, putih, dan merah. Semua warna itu memiliki makna tersendiri terkait adat di Bumi Sada Kata ini.

Lebih jauh Safran menjelaskan warna hitam (dukun), kuning (raja), putih (ulama), merah (panglima), dan hijau (saudagar).

“Hanya lima warna tabir Subulussalam itu ada makna sendiri, jadi tidak ada warna orange,” kata Safran.

Safran Kombih mengaku telah menegur Kepala Badan Lingkungan Hidup Pertamanan dan Kebersihan (BLHPK) Syafrianda terkait kesalahan warna tabir tersebut.

“Sudah saya tegur kepala badan, karena itu salah jangan dibiarkan, masalah warna tabir jangan diubah-rubah tidak boleh,” kata Safran.

Kepala BLHPK Syafrianda, kata Safran, bernjanji akan menyampaikan masalah itu kepada pihak rekanan supaya diganti.

“Sudah ada sekitar dua minggu kita sampaikan, katanya nanti akan diganti sama pihak rekanan,” kata Safran Kombih.[]