MAHASISWA Aceh di Turki yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) melakukan audiensi dan silaturrahmi dengan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Prof. Dr. Mahmud Erol Kilic di ruang kerjanya di Istanbul, Turki.

Disebabkan Ketua Umum IKAMAT, Darlis Azis berhalangan hadir, pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 22 November 2018 itu dipimpin oleh Koordinator IKAMAT Istanbul, Muhammad Haykal.

Muhammad Haykal, adalah salah seorang mahasiswa asal Aceh yang sedang belajar di Sehir University, Istanbul yang mengmbil double degree di Studi Islam dan Jurusan Sejarah di Turki.

Haykal mengatakan dalam pertemuan yang berlangsung selama 55 menit itu sempat membahas tentang kegiatan-kegiatan terakhir yang Ikamat laksanakan. Kemudian berlanjut pada topik hubungan antara Indonesia-Turki. Prof. Dr. Mahmud Erol Kilic adalah Guru Besar disiplin ilmu Tasawuf di Marmara Üniversity. Juga

Mantan Ketua Persatuan Parlemen Negara-Negara OKI.

“Selain seorang akademisi beliau juga seorang politisi, bukan orang baru di dunia politik Turki, salah satu dari sahabatnya Presiden Erdogan. Presiden Erdogan sering bermusyawarah dengannya tentang politik Turki. Ia orang yang jelas dalam bermusyawarah dgn Erdogan, bukan orang yang selalu menepuk tangan atas setiap kebijakan presiden,” kata Haykal.

Saat pertama mengetahui Erdogan memintanya untuk menjadi dubes Turki untuk Indonesia, Mahmud mengaku sempat kaget dengan penunjukkan dirinya menjadi dubes. Setelah itu ia pun berharap agar dapat sesegera mungkin ke Indonesia.

"Saat penunjukan, Presiden Erdogan berpesan 'Coba anda selidiki apa yang menghambat hubungan Indonesia-Turki," kata Haykal pada portalsatu.com/ pada Jumat, 23 November 2018 dari Istanbul.

Haykal mengatakan Presiden Erdogan sendiri menganggap hubungan Turki-Indonesia sangat lemah. Dibandingkan dengan Malaysia yang berada di peringkat ke 5 sebagai negara yang intensiv ekspor-impor dengan Turki, Indonesia berada di peringkat 40. Yang mana diketahui potensi kerjasama antar kedua negara sungguh besar. 

“Ia sangat menyadari akan sejarah Aceh-Turki dan juga sebagai penikmat kopi sangat ingin berkunjung ke Aceh,” katanya.

IKAMAT juga menyampaikan pada Mahmud akan perlunya didirikan Konsulat Kehormatan Turki di Aceh. Mengingat keberadaan benda-benda peninggalan Turki Usmani di Aceh.

“Ia akan berkunjung ke Aceh, ia akan berkunjung ke daerah-daerah yg lain juga, demi meningkatkan intensivitas hubungan Indonesia -Turki,” kata Haykal.

Mahmud Erol sangat senang dengan kunjungan IKAMAT, sebab demi memperbaiki hubungan Indonesia-Turki diperlukan peran dari semua pihak. IKAMAT sendiri siap untuk menjadi pionir dalam hal ini. 'Insya Allah', kata Haykal.

“Jalan yang akan ditempuh dalam memperbaiki hubungan Indonesia-Turki, pertama, kita akan menganalisa apa penyebab terhambatnya hubungan ini, di mana sumber permasalahannya. Dan kedua, kita akan coba cari solusi terhadap permasalahan yang ada,” katanya.[]