MEULABOH – Mahasiswa menyerahkan koin dan celana dalam kepada pihak PLN Meulaboh, Rabu, 18 Mei 2016. Hadiah itu diberikan dalam aksi mahasiswa menuntut pertanggungjawaban PLN terkait pemadaman listrik secara besar besaran.

Kedua hadiah itu diserahkan mahasiwa kepada pimpinan PLN Area Meulaboh, Saslizar di depan kantor PLN setempat. “Koin ini kami berikan sebagai bukti kepedulian kami masyarakat dan mahasiswa. Celana dalam ini bentuk huruf ‘K’ yang melambangkan rakyat butuh keadilan, PLN jangan lepas tanggung jawab,” teriak seorang mahasiswa.

Mahasiswa juga menyebut pemberian celana dalam itu sebagai upaya menyadarkan pihak PLN agar merasa malu kepada masyarakat. Pasalnya, pemadam selalu dilakukan, tapi penagihan rekening listrik tak pernah telat.

Menurut mahasiswa, koin yang diberikan kepada pihak PLN merupakan hasil penggalangan mereka dua minggu lalu di wilayah Aceh Barat.

Sementara itu, pimpinan PLN Area Meulaboh Saslizar mengatakan pihaknya sedang berusaha mengatasi permasalahan listrik.

“Sudah delapan tahun kita menunggu arus dari Gardu Seunubok, baru tadi malam dipake trafo. Alhamdulillah, sudah ada arus, dan ke depan akan melakukan pemadaman besar-besaran untuk menyambung kabel,” ujar Saslizar kepada mahasiwa.

Saslizar tidak memberikan tanggapan apa pun setelah menerima celana dalam dan koin dari mahasiswa. Ia hanya mengumbar senyum kepada mahasiswa.

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa dari empat kamus melakukan aksi demo di depan kantor  PT PLN (Persero) Area Meulaboh di Jalan Swadaya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Rabu, 18 Mei 2016. Mahasiswa menuntut pertanggungjawaban pihak PLN yang selama ini melakukan pemadaman secara besar-besaran di wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. (Baca: Mahasiswa Empat Kampus Demo PLN Meulaboh)[]

Laporan Riski Bintang