BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Aceh menggelar demonstrasi di halaman gedung DPRA. Mereka menuntut legislatif segera membahas dan mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2018, Jumat, 28 November 2017.
“DPRA harus berbenah dari tahun ke tahun sebelumnya, di mana pengesahan anggaran selalu terlambat, dan selalu dipaksakan penyelesaian kegiatan dalam waktu singkat,” kata Koordinator Aksi Khairul Azmi menjawab pertanyaan wartawan.
Menurutnya, hal ini menjadi contoh tidak baik dipertontonkan setiap tahunnya oleh DPRA. Untuk itu, mereka berharap RAPBA 2018 dapat dilakukan pengesahannya sebelum tahun anggaran berjalan.
“DPRA jangan lagi beralasan karena tahun ini masih dalam proses masa transisi gubernur lama ke gubernur baru menjadikan sebuah hambatan, kita semua tahu Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh sudah diserahkan gubernur kepada DPRA, jadi pembahasan dan pengesahannya sudah bisa dilaksanakan,” katanya.
Untuk pengesahan RAPBA 2018, lanjut Khairul, seharusnya DPRA sudah melakukan pembahasan lebih jauh agar realisasinya tahun depan bisa dilaksanakan tepat waktu. Dengan begitu seluruh kegiatan bisa dilakukan secara efektif dan tidak terkesan dipaksakan.
Sementara itu, anggota DPRA Iskandar Usman Alfarlaky saat menemui para mahasiswa mengatakan, APBA 2018 akan segera dibahas. “Hari Senin ini akan segera dimulai dengan target Desember bisa disahkan,” katanya.
Selain mendesak agar segera dilakukan pembahasan dan mengesahkan RAPBA 2018, DPRA juga diminta mengesampingkan persoalan lain yang dinilai bisa menghambat proses tersebut. Mahasiswa juga meminta Gubernur Aceh mendesak legislatif demi keutamaan kesejahteraan rakyat.
Amatan portalsatu.com/, mahasiswa juga membawa sejumlah atribut aksi bertulisan kritikan. Mahasiswa mengancam, jika dalam waktu dekat RAPBA 2018 tidak disahkan, mereka akan datang kembali.[] (*sar)

