LHOKSEUMAWE – Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe berunjuk rasa dengan ‘mengepung’ gedung DPRK Lhokseumawe, Kamis, 2 Januari 2025. Para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah yang menaikkan PPN menjadi 12 persen.
Ratusan mahasiswa IAIN Lhokseumawe itu memulai aksi dengan berjalan kaki dari Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe ke gedung DPRK, sekitar pukul 10.30 waktu Aceh. Sejumlah mahasiswa menumpang sebuah truk colt sambil berorasi. Mereka juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster ‘tolak PPN 12 persen’.
Jalan Merdeka di depan gedung DPRK Lhokseumawe pun ditutup sementara oleh personel Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe lantaran adanya unjuk rasa tersebut.
Tiba di depan gedung DPRK Lhokseumawe, para pendemo berorasi secara bergantian. Di antaranya, Presiden Mahasiswa IAIN Lhokseumawe Allam Thoriq, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Lhokseumawe Muhammad Anil Alwi, Ketua BEM Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe Adha Irunsyah, dan Ketua SEMA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Lhokseumawe Khalis Hidayat.
Tuntutan disampaikan Aliansi Mahasiswa IAIN Lhokseumawe dalam unjuk rasa itu berisi empat poin. Pertama, meminta pemerintah segera menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan penting masyarakat lainnya yang beberapa hari ini harganya melambung tinggi.
Kedua, meminta pemerintah untuk melakukan pengkajian ulang melalui proses yang transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kebijakan pajak yang berkeadilan dan tidak memberatkan rakyat.
Ketiga, meminta pemerintah untuk fokus pada peningkatan penerimaan negara melalui langkah-langkah yang lebih progresif, seperti optimalisasi pajak dari sektor yang selama ini tidak tergarap dengan baik, bukan dengan membebani rakyat kecil.
Keempat, mendesak pemerintah agar bersikap tegas terkait PPN 12% hanya untuk barang mewah, harus ada klasifikasi melalui turunan peraturan, baik Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Menteri Keuangan (PMK) agar tidak terjadi ambiguitas di tengah masyarakat.
Para mahasiswa itu diterima Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal bersama sejumlah anggota dewan. Faisal ikut berorasi dan menandatangani petisi yang diserahkan mahasiswa.
Unjuk rasa mahasiswa tersebut dikawal oleh puluhan personel Polres Lhokseumawe. Kapolres Lhokseumawe AKBP Hengki Ismanto ikut mendampingi Ketua DPRK dalam aksi damai itu.[](red)





