SIGLI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pembauran Kebangsaan di Kabupaten Pidie, Jumat, 11 Oktober 2019. FGD diikuti 20 mahasiswa itu mengangkat tema “Melalui Pembauran Kebangsaan, Kita Tingkatkan Peran Serta Generasi Muda dalam Menciptakan Kondisi yang Kondusif, Aman dan Nyaman”.

Dra. Ainol Marliah mewakili Kepala Badan Kesbangpol Aceh dalam sambutannya menyampaikan, kondisi bangsa kita saat ini dari berbagai aspek sungguh memprihatinkan, perlu pemikiran jernih dan kebersamaan seluruh pemangku kebijakan untuk terus menjaga stabilitas hubungan sosial. Baik itu suku, agama, ras maupun golongan lainnya.

“Jangan sampai kita terkotak-kotak oleh perbedaan yang kita miliki. Namun, jadikanlah perbedaan kita sebagai suatu khasanah yang menghadirkan keragaman,” ujar Ainol. 

Ainol Marliah juga mengajak para mahasiswa agar menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pidie dalam sambutannya mengimbau para mahasiswa sebagai generasi penerus memanfaatkan kegiatan itu untuk mencurahkan pemikiran-pemikiran untuk inovasi dalam pengambilan kebijakan pemerintah.

“Kita berharap kegiatan serupa terus diselenggarakan di Pidie, dan para pemuda dapat terus memberikan kontribusi untuk kemajuan pembangunan,” tuturnya.

Adapun pemateri FGD itu, anggota Anggota FPK Aceh Dra. Naimah Hasan, MA, memaparkan tentang “Peran Serta Mahasiswa dalam Pembauran Kebangsaan di Aceh”, dan Anggota FPK Aceh Dra. Lailisma Sofyati menyampaikan tentang “Pembauran Kebangsaan dan Masa Depan Bangsa”.[](adv)