ACEH BESAR – Mahasiswa Unsyiah yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) di Gampong Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, membuat abon ikan hingga ikan asap.

Kelompok KKN PPM-02 beranggotakan 32 mahasiswa Unsyiah dari lima fakultas, berada di Gampong Layeun sejak 2 Juni lalu. “Sampai saat ini lebih 30 program kerja telah dilaksanakan dengan baik,” demikian keterangan dari Kelompok KKN PPM-02 diterima portalsatu.com/, Minggu, 29 Juli 2018.

Kelompok KKN PPM-02 juga sudah melaksanakan program utama yaitu pembuatan abon ikan, ikan asin, ikan keumamah dan ikan asap, di meunasah Gampong Layeun, 26 Juli 2018. Program utama dirancang Raida Agustina, S.TP., M.Sc., Dosen Teknik Pertanian Unsyiah selaku pendamping Kelompok KKN PPM-02, berjalan lancar sesuai tema KKN, “Pemberdayaan masyarakat nelayan melalui penerapan teknologi pengolahan ikan sebagai produk andalan daerah pesisir pantai Gampong Layeun”.

Tema tersebut dipilih untuk menyesuaikan program dengan penghasilan utama penduduk Gampong Layeun yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Kegiatan penerapan teknologi pengolahan ikan ini dihadiri ibu-ibu dan diramaikan anak-anak Gampong Layeun.

Olahan ikan seperti ikan asap, ikan asin, ikan keumamah dan abon ikan dibuat menggunakna alat pengering. Hasil olahan ikan tersebut dikeringkan dan disimpan dalam kemasan menarik agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Namun, untuk pengolahan abon ikan, tetap dipraktikkan di depan ibu-ibu Gampong Layeun.

“Semoga nanti olahan ikan seperti ini dengan kemasannya bisa menjadi produk khas Gampong Layeun,” kata istri Geuchik Layeun.

Selain memberikan pengetahuan dan pembelajaran terkait pengolahan ikan, Kelompok KKN PPM-02 memperkenalkan alat pengering ikan dan alat penggiling ikan. Kedua alat yang dirancang Raida Agustina ini juga akan ditinggalkan di Gampong Layeun.

“Alat pengering dan alat penggiling ikan akan kami hibahkan untuk gampong. Harapannya alat ini nantinya bisa berguna sebagaimana mestinya, dan dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” kata dosen Teknik Pertanian Unsyiah itu.[](rel)