BANDA ACEH – Mahasiswa Pemuda Pro Pemekaran (M3P) mengancam akan memboikot Pilkada 2017 jika pemerintah tidak mewujudkan keinginan mereka untuk mendirikan provinsi Aceh Leuser Antara Barat Selatan atau Alabas. Di sisi lain, mereka juga berharap masyarakat dan elit dapat melihat isu pemekaran Alabas dengan hati yang damai.

“Alabas bukan pisah dari Aceh, tapi mekar. Mekar itu bukan bermakna pisah, kami tetap Aceh bahkan kami akan berusaha menjadi Aceh yang lebih baik,” ujar Koordinator M3P, Khairul Munadi, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis, 11 Februari 2016.

Dia juga menanggapi pernyataan Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman, mengenai wilayah Aceh yang merujuk pada perbatasan 1 Juli 1959 sesuai kesepakatan dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, 15 Agustus 2005 lalu. “Kami pikir itulah wilayah Aceh, walaupun Alabas mekar, wilayah Aceh tetap itu. Pernyataan Adi Laweung membuat kami berfikir, apakah dia tidak mengangap kami orang Aceh? Atau malah takut berkurangnya daerah kekuasaan? Insya Allah, kami, Alabas siap mempertahankan wilayah yang dimaksud perbatasan 1 Juli 1959,” ujar Khairul.

Dia juga sepakat dengan pernyataan Adi Laweung, sapaan akrab Suadi Sulaiman, yang mengingatkan agar seluruh jajaran PA menampung aspirasi masyarakat dan selalu bertanggung jawab. Menurutnya hal yang perlu diingatkan kembali adalah pemekaran Alabas juga merupakan bagian aspirasi masyarakat.

“Seharusnya pemerintah dalam hal ini jangan mengambil sikap diam dan menolak. Ayo kita bahu membahu mendukung pemekaran demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Khairul mengatakan yang perlu dipahami adalah pemekaran bukan semata-mata karena ketidakadilan dari penguasa dari sektor pembangunan dan pengembangan wilayah. “Tapi pemekaran ini bertujuan mensejahterakan masyarakat, serta memperpendek rentang kendali pemerintah. Dalam hal ini kita juga mendesak Presiden dan DPR RI segera melahirkan Provinsi Alabas pada 2016. Apabila tak terwujud, kami akan memboikot Pilkada 2017,” ujarnya.[](bna)