Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaNewsMahasiswa UIN Ar-Raniry...

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Galang Donasi untuk Hurin

BANDA ACEH – Untuk membantu meringankan beban finansial orang tuan Hurin, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi  UIN Ar-Raniry di bawah koordinasi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama menggalang donasi lewat kegiatan Cinta untuk Hurin.

Seperti diketahui, Sabira Hurin yang masih berusia 8 bulan didiagnosis atresia bilier dan saat ini terdaftar sebagai pasien rawat jalan di RSCM Jakarta. Sejak lahir, anak kedua dari pasangan Jefriza (33) dan Cut Linda Marhein (30) ini harus mengalami masa pertumbuhan yang sulit. Dia sempat mengalami pendarahan di pusar, buang air besar berdarah, dan kejang. Penyakit yang dideritanya diketahui saat Hurin berusia tiga bulan.

“Dokter di RSCM menyatakan bahwa Hurin menderita atresia bilier. Menurut dokter di sana, dalam dua tahun pasien seperti ini ditangani dengan cara transplantasi hati, kemungkinan dicangkok dari hati ayahnya, dan itu memakan biaya yang tidak sedikit,” ujar Linda, ibu Hurin dalam siaran pers yang dikirimkan Relawan Cinta untuk Hurin, Rabu, 3 Februari 2016.

Atresia bilier merupakan suatu kondisi saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan kerusakan pada organ hati dalam kurun 90 hari. Jika hal ini berlanjut, kerusakan hati lanjutan akan mengakibatkan sirosis hati (hati mengeras) yang harus diatasi dengan transplantasi hati. Penyakit tersebut bukanlah penyakit keturunan dan tidak menular.

Untuk biaya operasi transplantasi hati orang tua Hurin harus menyediakan dana sebesar Rp1,5 miliyar. Jefri sebagai ayah Hurin, berusaha keras mencari biaya untuk pengobatan anaknya tersebut. Namun, hingga kini dan yang terkumpul belum cukup untuk membawa Hurin menjalani operasi transplantasi hati.

Selain keperluan untuk operasi, Jefri dan Linda juga harus mencukupi biaya perawatan Hurin dan membeli susu khusus untuk Hurin. Umumnya anak-anak yang menderita atresia bilier mengalami masalah pada sistem pencernaan sehingga tidak mampu mencerna susu anak biasa dan disarankan agar diberikan susu khusus yang mudah dicerna oleh tubuh.

“Sebelum melakukan operasi transplantasi hati, untuk menjaga kesehatan hidup Hurin harus mengonsumsi susu khusus yang dianjurkan oleh dokter. Membeli susu tersebut juga butuh biaya ekstra karena harganya yang sangat mahal. Adapun susu tersebut hanya ada di satu apotek di Banda Aceh. Jika dari apotek tersebut kosong, maka harus dipesan di Jakarta,” kata Linda.

Sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Relawan Cinta untuk Hurin mengajak segenap sivitas akademika di lingkungan UIN Ar-Raniry, bersama meringankan beban Hurin dengan cara memberikan donasi melalui rekening 0145-01006566-53-9 Bank BRI atas nama Cut Linda Marheni (ibu kandung Hurin).

Bantuan juga dapat disalurkan langsung melalui posko “Cinta Untuk Hurin” yang dibuka mulai 2 – 5 Februari 2016 di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh atau dapat menghubungi Anisrullah (085360369876) dan Hafrijal (082165091867).[] (ihn/*sar)

Baca juga: