BANDA ACEH –  Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada acara PBAK menjelaskan dan mengingat kembali sejarah Aceh dengan Turki. 

Hal ini di sampaikan oleh Muhammad Rafsanjani, Gubernur mahasiswa fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Ar-Raniry. Banda Aceh, Kamis 30 Agustus 2018.

“Sejarah Aceh dan Turki sangat penting kita jelaskan kepada mahasiswa baru untuk mengetahui bagaimana dulu hubungan yang begitu erat antara Aceh dan kerajaan Turki Usmani dalam membangun peradaban Islam yang begitu baik. Baik dari segi ekonomi, politik, sosial dan budaya,” kata Rafsanjani. 

Pada kesempatan tersebut Rafsanjani juga memperlihatkan bendera Alam Peudeng, yang merupakan salah satu bendera yang di berikan oleh kerajaan Turki Usmani . 

“Ini supaya mahasiswa baru bisa mengenal langsung bukti persaudaraan yang sangat kuat antara Aceh dan Turki,”  katanya. Rafsanjani juga mengatakan, Aceh dengan Turki memiliki hubungan saudara yang sangat kuat. Dan ini merupakan sejarah yang tidak boleh dilupakan,

“Kalau kita tidak menjelaskan kepada mahasiswa baru, maka suatu saat generasi Aceh akan lupa terhadap sejarah yang sangat luar biasa itu,” tegasnya. []