BANDA ACEH – Mahasiswa prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) UIN Ar-Raniry mengunjungi Majelis Adat Aceh (MAA) di kantor MAA di Jalan T. Nyak Arief Komplek Keistimewaan Aceh, Jeulingke, Banda Aceh, Senin 20 Juni 2016.
Kunjungan ini merupakan untuk menjalin hubungan siraturrahim dan audiensi dengan lembaga yang dimaksud. Rombongan mahasiswa yang didampingi oleh dosen pengasuh, Nasruddin ini disambut oleh Ketua Majelis Adat Aceh, H. Badruzzaman Ismail, SH. M.Hum.
Dalam kunjungan kali ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menanyakan perihal yang menyangkut dengan lembaga tersebut. Selain itu, mahasiswa juga dijelaskan tentang asal usul, tugas dan fungsi lembaga yang lahir pada 2003 itu.
Ketua MAA, H. Badruzzaman Ismail, SH. M.Hum menyambut baik kedatangan mahasiswa UIN Ar-Raniry. Ia mengatakan bahwa pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya kepada semua pihak baik itu universitas maupun lembaga lainnya untuk melakukan audiensi dengan mereka.
“Kita ini sangat berperan dalam menjaga adat istiadat Aceh yang hingga saat ini sudah mulai pudar, makanya ini tugas mahasiswa dalam menjaganya,” kata Badruzzaman, sebagaimana disiarkan Muhammad Fadhil, Mahasiswa semester 4 Prodi SKI UIN Ar-Raniry.
Sebagai Universitas Islam di Aceh, Ia sangat mengharapkan peran-peran mahasiswa dalam melestarikan budaya dan adat Aceh kepada masyarakat luar.
“Apalagi saudara-saudara kuliah di Fakultas Adab dan Humaniora, saya pikir ini sangat cocok buat saudara dalam mengeluarkan ide-ide kreatif, saudara harus banyak menulis baik itu dari yang terkecil, miasalnya asal mula timphan, pulot dan lain sebagainya, tugas saudara sebagai mahasiswa sejarah membuat penelitian dan mempublikasikan kepada masyarakat luas,” harap Badruzzaman.[]



