BANDA ACEH – Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negri Ar-Raniry, Said Fuadi mengatakan pernyataan Khalid Basalamah tentang tsunami Aceh didasarkan pada fakta yang keliru. 

“Beliau salah dalam menarik kesimpulan karena informasi yang didapat keliru. Beliau juga tidak mengklarifikasi informasi tersebut,” tulis Said Fuadi dalam pesan singkat yang diterima portalsatu.com, Senin 20 Juni 2016.

Said mengatakan bencana tsunami diberikan kepada Aceh karena Allah masih sayang kepada umatnya. “Mengapa Aceh diberikan bala? Itu karena Allah masih sayang dan ingin menjaga umatnya agar tidak lalai,” katanya. 

Video Khalid Basalamah sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di Aceh. Pasalnya isi video tersebut menuding Aceh telah melakukan maksiat secara merata hingga diturunkannya bala. Maksiat yang dimaksud adalah masyarakat Aceh telah mengonsumsi ganja secara merata dan menganggap ganja adalah hal yang biasa.

Namun tak lama kemudian muncul video lain yang menyiarkan permintaan maaf Khalid Basalamah. Dalam video yang diunggah 19 Juni 2016 itu, Khalid memohon maaf kepada rakyat Aceh dan menyatakan dirinya salah dalam menarik kesimpulan karena data dan informasi yang didapat tidak valid. 

Said meminta agar hal yang demikian tidak terjadi lagi. Menurut Said, tuduhan yang demikian sangatlah sensitif bagi rakyat Aceh.

“Besok-besok berhati-hatilah dalam menyampaikan sesuatu apalagi menyangkut agama,” katanya.[](bna)