MEULABOH – Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) meminta manajemen kampus mengaspal jalan yang menjadi lintasan utama di kampus tersebut. Jalan dimaksud diduga berdebu saat dilewati kendaraan. 

Permintaan tersebut diungkap melalui plang atau papan nama yang dipasang sejumlah mahasiswa di salah satu persimpangan jalan kampus itu, Senin, 10 September 2018, sore. 

“Belum lagi permukaannya tidak rata. Umpamanya, kalau dilewati, isi perut kita bisa goyang semua. Kalau pejabat kampus, rektor, kan naik mobil, mana kena debu mereka, tinggal tutup kaca mobil,” kata seorang mahasiswa, Engga Pratama, kepada portalsatu.com/, Senin sore. 

Menurut Engga, jalan yang menjadi jalur utama keluar masuk kampus itu, terkesan dibiarkan tanpa aspal sejak gerbang utama kampus dipindah, dua tahun lalu. 

Gerbang sebelumnya tidak bisa lagi dilintasi kendaraan–pintu gerbang hanya dapat dilalui pejalan kaki. Untuk keluar masuk kampus harus melewati gerbang utama. 

Sekitar 100 meter setelah melewati gerbang utama, terdapat jalan yang belum teraspal. Jalan tersebutlah yang diminta oleh Engga dan rekan-rekannya diperbaiki. 

Mewakili rekan-rekannya, Engga berharap manajemen kampus mengindahkan permintaan mereka. Menurut Engga, sudah banyak mahasiswa yang mengeluhkan kondisi jalan tersebut.

“Kita harap, kampus, sepersepsi dengan kita dalam hal ini,” pinta Engga. 

Wartawan portalsatu.com/ sudah berupaya menghubungi pihak kampus itu, tapi belum ada jawaban.[]