BerandaNewsMahershala Ali Bangga dengan Keislamannya

Mahershala Ali Bangga dengan Keislamannya

Populer

Oleh: Ratna Ajeng Tedjomukti

Mahershala Ali memiliki nama asli Mahershalalhashbaz Gilmore. Dia lahir 16 Februari 1974 di Oakland, California, AS. Aktor Amerika ini menjadi terkenal pada tahun 2010 dan memenangkan Academy Award untuk penampilannya sebagai Juan, seorang pedagang obat-obatan di Film Moonlight (2016).

Ali dibesarkan di Hayward, California. Ibunya adalah seorang pendeta. Ayahnya meninggalkan keluarga ketika Ali masih balita untuk mengejar karier sebagai penari.

Ali memenangkan beasiswa bola basket untuk menempuh pendidikan di St. Mary's College of California.

Saat di sana, dia mulai berpartisipasi dalam berpuisi dan menjadi aktor drama Spunk (berdasarkan cerita oleh Zora Neale Hurston). Pengalaman ini melahirkan impian untuk menjadi aktor masyhur.

Setelah lulus (1996) dengan gelar sarjana komunikasi, Ali magang di California Shakespeare Festival dan kemudian mendaftar di Tisch School of the Arts New York University dan mendapat gelar M.F.A. di tahun 2000.

Setelah lulus, dia berperan sebagai pemeran utama dalam film independen kecil Making Revolution (2003). Selain itu, dia memenangkan pujian atas perannya sebagai petinju Jack Johnson dalam produksi tahun 2000 The Great White Hope di Arena Stage di Washington, D.C.

Ali menghabiskan satu musim (2001- 02) sebagai pemeran pendukung acara televisi Crossing Jordan. Dia terus tampil dalam peran tamu di acara TV dan menjadi anggota pemeran serial TV sci-fi tahun 2004-2007, The 4400.

Dia juga tampil di film populer The Curious Case of Benjamin Button(2008). Peran penting lainnya termasuk bagian yang berulang (2011-12) dalam drama TV Treme yang diterima dengan baik dan karakter Boggs, sekutu Katniss (Jennifer Lawrence)dalam film The Hunger Games:Mockingjaybagian 1 (2014) dan bagian 2 (2015). Selain itu, dia merilis album rap Corner Ensemble(2006) dan Curb Side Service(2007).

Ali mendapat perhatian luas dan me nguntungkan untuk perannya dari Remy Danton di House of Cardsseri Netflix yang populer. Pada 2016 dia dinominasikan un tuk Emmy Award untuk peran itu.

Dia juga memenangkan pujian atas penampilannya sebagai mantan budak yang menjadi aktivis politik dalam film Free State of Jones(2016). Selain perannya yang memenangkan penghargaan di Moonlight, Ali pada tahun 2016 me main kan “Stokes” Cottonmouth “yang keji dalam seri superhero Luke Cagedan minat cinta ma tematikawan Katherine Johnson (diperankan oleh Taraji P. Henson) dalam film Hidden Figures( 2016).

Kehidupan Pribadi

Dia menjadi Muslim setelah mengenal wanita yang kini menjadi istrinya Amatus Sami-Karim. Perubahan hidup itu terjadi saat ia me nempuh pendidikan di sekolah pas casarjana.Anak pertamanya lahir pada 22 Februari 2017 yang ia beri nama Bari Najma.

Ali juga dikenal sebagai seorang penyayang binatang. Dia mempunyai seekor kucing yang diberi nama Nas. Memandang perbedaan, Ali memiliki prinsip ketika melihat sebuah perbedaan, banyak orang akan terperangkap dengan hal-hal yang kecil.Tentu ini menjadikan setiap orang terkotak-kotak dan mudah sekali mengakibatkan perpecahan.

Sebenarnya ada dua cara untuk memandang perbedaan. Yakinlah bahwa setiap insan yang dilahirkan ke muka bumi ini pasti berbeda. hal itu akan membawa seseorang pada pemahaman bahwa perbedaan adalah rahmat yang harus disyukuri.

Namun di sisi lain banyak orang yang melihat perbedaan itu sebagai ancaman. Sehingga tidak disukai bahkan dianggap sebagai penyebab permusuhan.

Perbedaan keyakinan, menurut nya, adalah rahmat. Adalah hak setiap orang untuk meyakini agama yang me nurutnya benar. Seperti dirinya kini yang memeluk Islam merupakan haknya, kebebasannya, pilihan hidupnya.

Dia bersyukur meski sang ibu adalah pendeta, tidak melarang dan memusuhinya karena memeluk Islam. Ali mengatakan perbedaan ini harus dikelola untuk menghasilkan keharmonisan keluarga.

Saat ini, dia dan ibunya tetap dekat dan akrab. Mereka masih saling bertemu. “Saya bisa melihatnya, dan dia bisa melihat saya.Kami saling mencintai dan cinta telah tumbuh,”ujarnya.

Menurut Majalah People, Ali, yang dilahirkan dengan nama asli Mahershalalhashbaz Gilmore, masuk Islam setelah mengunjungi sebuah masjid dengan Sami-Karim dan ibunya.Setelah itu dia merasakan mendapatkan hidayah. Seakan-akan sebuah doa dikabulkan seketika.

“Saya terbangun seminggu kemu dian, dan saya bangun dan saya pergi, Saya harus pergi ke masjid. Singkat cerita, saya bertobat hari itu. “

Istrinya Sami-Karim adalah seorang aktris, komposer yang sering bermain di masjid ayahnya sekitar Chicago. Dia bertemu Ali ketika keduanya belajar di New York Univer sity, dan mereka menikah pada tahun 2013. Dia luar biasa cerdas, orang yang cantik, salihah, kata Ali pada podcast Death, Sex & Money.

Beberapa aktor mengandalkan latihan untuk meningkatkan keterampilan mereka, tetapi pemenang Oscar, Mahershala Ali mengatakan bahwa keyakinan Islamnya membuatnya lebih baik. Keimanan membuatnya mu dah berempati dan menghayati peran yang dimainkan. Islam me nyadarkan dirinya yang harus selalu menjaga keimanan kepada Allah.

Pria berusia 44 tahun itu menam bahkan bahwa agamanya memberikan dorongan positif kepadanya untuk menjadi yang terbaik. Dimulai dengan semangat dan melakukan hal yang positif.

Mahershala sebenarnya adalah nama kecilnya. Peristiwa teroris September 2001 menyisakan kesedihan dalam dirinya. Ketika itu dia masuk dalam daftar pantauan teroris karena nama uniknya.

“Mereka akan mengatakan, Ya, nama Anda cocok dengan nama seorang teroris. Sangat menyakitkan,” katanya mengenang masa lalu.

Terlepas dari itu semua termasuk konflik rasial yang dihadapi dalam hidupnya, Ali memiliki harapan yang tinggi untuk Amerika. Berbagai perbedaan yang ada di dalamnya akan menjadi pendukung dan pembangun negeri ini sehingga semakin besar dan disegani.

Ada cukup banyak orang percaya dengan keyakinan itu. Mereka cerdas, berempati dan menginginkan yang terbaik masyarakat Amerika. Semuanya menyadari bahwa perbedaan suku, agama, dan lainnya adalah keniscayaan. Bahkan ini adalah karunia yang sangat mahal dari Yang Mahakuasa.

Dia telah banyak mengalami diskriminasi sebagai seorang Afrika Amerika sekaligus Muslim. Namun pengalaman pahit itu tak membuatnya patah semangat. Apa yang dia alami adalah motivasi untuk bang kit dari keterpurukan dan menunjukkan kepada masyarakat di sana bahwa prasangka buruk adalah sendi kehancuran negeri tempatnya tinggal.

“Jika Anda masuk Islam setelah beberapa dekade menjadi orang kulit hitam di AS, diskriminasi yang Anda terima sebagai seorang Muslim tidak terasa seperti kejutan. Saya telah berhenti, bertanya di mana pistol saya, bertanya apakah saya seorang germo, apakah mobil saya terpisah.Muslim akan merasa seperti ada diskriminasi baru yang belum pernah mereka terima sebelumnya tetapi ini bukan hal baru bagi kami,”ujar dia.

Ali mengatakan, bahwa istrinya Sami- Karim juga mengalami diskriminasi dan tidak lagi merasa aman saat berjalan di jalanan. Istri saya berhenti mengenakan jilbab saat dia berada di New York. Karena dia memiliki begitu banyak pengalaman buruk. Dia tidak merasa aman lagi.

Ali mengatakan seorang pekerja bandara telah membiarkannya masuk pada daftar pantauan FBI setelah september kelabu 2001. Akuntannya mengatakan kepadanya namanya telah ditandai ketika dia mencoba untuk menyewa sebuah properti dan menemukan bahwa dana miliknya telah dibekukan. Namun dia meyakini kezaliman yang dialaminya akan hilang. Masyarakat sekitarnya akan menyadari bahwa dirinya bersih dari tudingan dan fitnah.

[]Sumber: republika.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya