LHOKSUKON – Makam Sultan Malikussaleh yang terletak di Gampong Beringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara merupakan salah satu lokasi wisata sejarah andalan yang akan dipromosikan oleh Duta Wisata Aceh 2016. Museum Tsunami di Banda Aceh dan Tugu 0 Kilometer di Sabang juga tak kalah menarik.

“Saya memilih mempromosikan Makam Sultan Malikussaleh di urutan pertama bukan hanya karena saya berasal dari Aceh Utara, namun karena dunia telah mengetahui sejarahnya. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Aceh,” kata Cut Putri Nuzulia Syarif, 20 tahun, Duta Wisata Aceh 2016 kepada portalsatu.com, Rabu, 19 Oktober 2016.

Selain itu, lanjutnya, Museum Tsunami yang berdiri tegak di jantung ibukota Provinsi Aceh pun menjadi salah satu andalan wisata terbesar Aceh. Hal itu terbukti dari banyaknya wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung, khususnya di akhir pekan.

“Banyak benda sisa bencana tsunami yang diabadikan di museum seolah menjadi sejarah yang akan selalu mengingatkan rakyat Aceh akan tragedi besar tersebut. Terlebih apabila si pengunjung pernah merasakan musibah itu secara langsung,” ujar Putri yang kini sedang menuntut ilmu di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Hal tak kalah menarik adalah Tugu 0 Kilometer Sabang, yang selama ini sering juga dikunjungi dan menjadi incaran wisatawan.

“Tugu 0 Kilometer yang menjadi titik paling barat Indonesia itu merupakan ikon terbesar Kota Sabang. Hal itu disokong dengan indahnya pesona pantai dan alam bawah laut Sabang yang menjadi surga bahari. Itu hanya beberapa contoh lokasi wisata Aceh yang akan saya promosikan ke dunia. Di luar sana masih banyak pesona alam dan wisata lainnya yang tak kalah indah, termasuk wisata kuliner khas Aceh yang mampu menggoyang lidah dan bikin 'nagih' alias mau lagi,” katanya seraya tertawa kecil.

Sebagai Duta Wisata Aceh 2016, Putri mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk mem-vote Aceh agar unggul dalam World Halal Travel Awards (WHAT) 2016 yang akan diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

“Waktu voting akan dimulai secara online pada 17 Oktober hingga 25 November 2016. Dengan waktu sesingkat itu, saya mencoba mengajak masyarakat untuk melakukan vote Aceh secara langsung (face to face). Selain itu juga melalui media sosial dengan meng-upload rangkaian cara untuk mem-vote Aceh. Di sini saya juga meminta dukungan masyarakat Aceh karena dalam waktu dekat saya akan mengikuti Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2016 tingkat nasional yang akan berlangsung di Papua. Mohon dukungannya,” ujar dara cantik berkulit putih itu. []

Laporan: Cut Islamanda