Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita PidieMakamah Syar'iah Sigli...

Makamah Syar’iah Sigli Teken MoU dengan Dinkes Pidie, Ini Tujuannya

SIGLI – Untuk mengurangi resiko kematian ibu dan anak yang saat ini masih tinggi, Pemerintah Kabupaten Pidie bekerja sama dengan Makamah Syar’iyah Sigli dalam bidang pemeriksaan kesehatan bagi pemohon dispensasi pernikahan.

Jalinan kerja sama yang juga sebagai implementasi Peraturan Bupati Nomor 54 tahun 2018 tentang pemeriksaan kesehatan bagi setiap calon pengantin tersebut ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Makamah Syar’iyah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Rabu, 20 Juli 2022 di kantor Makamah Syari’ah Sigli.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dari pihak Pemkab Pidie dihadiri langsung Pj Bupati, Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si, Sekda Pidie H. Idhami, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar, Sp.OG. Sedang dari Makamah Syar’iyah dihadiri langsung Ketua Fauziah, Ns.Ag, M.Ag dan sejumlah pejabat lainnya.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya
promotif-prefentif penekanan angka permohonan dispensasi perkawinan dan pemeriksaan kesehatan bagi pemohon dispensasi perkawinan.

“Sesuai Perbup Nomor 54 Tahun 2018 tentang Pemeriksaan kesehatan bagi setiap calon pengantin.Jadi, setiap warga yang ingin melangsungkan pernikahan diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan agar terhindar dari penyakit berbahaya bagi keselamatan jiwa,” kata Pj Bupati.

Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan status gizi. Pemeriksaan penunjang lainnya yakni, pemeriksaan hemoglobin, pemeriksaan golongan darah, gula darah, HIV, IMS/sifilis dan pemeriksaan status imunisasi tetanus toksoid.

Wahyudi menilai sangat penting bagi setiap calon pengantin untuk memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga dalam rangka pemberian rekomendasi pernikahan juga akan tepat sasaran yang dapat mengurangi risiko kematian ibu dan anak.

“Karena tingkat kematian ibu dan anak masih tinggi terjadi baik secara nasional maupun daerah. Maka kami rasa perlu dilakukan upaya penanggulangan mengurangi resiko kematian ibu dan anak secara serius,” papar Pj Bupati Pidie.(zamahsari)

 

Baca juga: