Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaNewsEnam Ribu Vaksin...

Enam Ribu Vaksin Sinovac Tiba di Pidie, Ini Kata Dinkes

SIGLI – Dinas Kesehatan Aceh mengirim enam ribu lebih Vaksin Sinovac ke Kabupaten Pidie, Senin, 1 Februari 2021. Vaksin ini akan digunakan mulai 15 Februari 2021.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Turno Junaidi, kepada portalsatu.com, Senin, 1 Februari 2021, mengatakan hari ini Dinkes Pidie menerima pengiriman Vaksin Sinovac tahap pertama dari Dinkes Aceh. Sebanyak 6.137 vaksin tahap pertama ini akan disimpan di Gudang Farmasi Dinkes.

“Untuk tahap pertama ini kita menerima 6.137 vaksin. Yang kurang akan dikirim kembali pada tahap kedua,” kata Turno didampingi Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk. Chik Ditiro Sigli dan Kabag Ops Polres Pidie, AKP Iswahyudi.

Turno menjelaskan vaksin akan digunakan mulai 15 Februari nanti dengan titik suntik di dua lokasi, RSU Tgk. Chik Ditiro dan RSU Tgk. Abdullah Syafii, Mutiara, Pidie.

Tahap pertama ini, lanjut Turno, vaksin akan diberikan untuk tenaga kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan penangan Covid-19. Seluruh tenaga kesehatan akan divaksin Sinovac, kecuali yang menderita penyakit lainnya.

“Sesuai arahan, tahap pertama vaksin digunakan untuk level 1, tenaga kesehatan. Selanjutnya petugas pelayanan publik, TNI, Polri. Level 3, masyarakat rentan, geospasial, sosial ekonomi, dan level terakhir kelompok ekonomi esensial dan kelompok masyarakat lainnya,” jelas Turno.

Turno menambahkan untuk mereka yang sudah sembuh dari Covid-19, apakah akan divaksin atau tidak, tergantung setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Sedangkan yang tidak dilakukan vaksin mereka yang sudah berusia 60 tahun dan penderita penyakit lainnya.[](Zamah Sari)

Baca juga: