Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsMenikmati Makanan Pesumo...

Menikmati Makanan Pesumo di Kedai Teh Kyoto Banda Aceh

Kedai Teh Kyoto. Begitulah Wina SW1 menamakan kedai kecil yang menyediakan menu khas Jepang miliknya ini. Berada di tepi jalan protokol, yaitu Jalan Teuku Iskandar, antara Simpang Lima ke Simpang Tujuh, dan dekat dengan SPBU Beurawe, Banda Aceh, membuat kedai ini mudah ditemukan.

Kedai Teh Kyoto dikelilingi tanaman segar sehingga pengunjung mendapatkan pemandangan alami dan terhindar dari debu jalan raya di seberang halaman bagian selatannya. Sementara di sebelah halaman bagian utara, ada sebuah lapangan futsal.

Para seniman di Banda Aceh dan sekitarnya banyak mengunjungi kedai ini. Keberadaan Wina sebagai penyair membuat mereka tertarik ingin mencoba bagaimana masakan Jepang yang dibuat oleh orang yang telah lama tinggal di Jepang. Begitu juga masyarakat umum di kota ini, mereka sengaja singgah ke kedai tersebut, untuk mencoba makanan dan minuman khas Jepang.

Malam itu, Selasa, 2 Februari 2021, adalah kali kedua aku ke kedai tersebut. Tahun lalu, pertama kali aku singgah sebentar ke kedai ini. Saat itu, aku tiba tepat menjelang ditutup dan disajikan teh tawar ala Jepang.

Saat itu aku belum minum teh tanpa gula. Kini, setelah sering meminum teh tawar untuk kesehatan, baru kutahu bahwasanya, rasa teh Jepang itu memang lebih enak dan lebih baik daripada teh pasaran di kedai kopi Banda Aceh.

Menikmati chanko nabe di Kedai Teh Kyoto, Jalan Teuku Iskandar, Beurawe, Banda Aceh.

Malam ini, aku sengaja ke Teh Kyoto untuk makan makanan khas pemain sumo, chanko nabe.

Chanko nabe itu adalah makanan sejenis sup bening. Bahannya terdiri dari protein dan sayur-sayuran serta kaldu. Makanan ini awalnya masakan eksklusif untuk pesumo. Mereka memakannya untuk menambahkan tenaga saat akan bertanding. Ada pula yang menyebutnya makanan diet. Kini, bukan hanya pesumo, tetapi chanko nabe dapat dinikmati oleh masyarakat umum Jepang, termasuk kita, masyarakat Aceh.

Aku memakan chanko nabe dengan rasa asli Jepang karena tidak pedas. Kalau rasa yang disesuaikan dengan lidah orang Aceh, bahan-bahannya tetap sama, tetapi kuwahnya lebih pedas dan asam, seperti asam keueueng.

Di Kedai The Kyoto Banda Aceh, begitu kita pesan chanko nabe, Wina SW1 menyiapkannya. Di saat dia memotong-motong bahan makanan khas pesumo itu, seorang juru kedainya membawa kompor portable ke meja kita. Setelah semua bahan chanko nabe disiapkan, dimasukkan ke dalam kuali dan ditaruh kuwahnya, maka kuali itu dibawa ke kompor di depan meja, dan dimasak. Kita menunggu chanko nabe itu masak. Tingkat kematangan dapat kita atur sendiri menurut selera.

Apabila Anda ingin mengunjungi Kedai Teh Kyoto Banda Aceh ini, silakan singgah pada waktu buka dari pukul 17:00 sore sampai pukul 21:30 malam. Ketika memakan chanko nabe di kedai ini, terasa berada di Kyoto bersama para pemain sumo berbadan gumpal. Eit..!  Arigatōgozaimashita ありがとうございました.[]

Penulis: Thayeb Loh Angen – Budayawan, Entrepreneur.

Baca Juga: Melirik Kupiah Meukutop di Gampong Kreatif Aceh

thayeblohangen.wordpress.com

Baca juga: