BANDA ACEH – Juru Bicara Partai Aceh (PA), Suadi Sulaiman mengatakan, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar selain sebagai Wali Nanggroe juga menjabat Ketua Tuha Peut PA.
Oleh sebab itu, kata Suaidi Sulaiman alias Adi Laweung, kehadiran Malik Mahmud dalam acara PA bukan berarti Wali Nanggroe telah berpihak, melainkan sebagai Ketua Tuha Peut.
“Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar hadir dalam acara atau kegiatan Partai Aceh merupakan sebagai Ketua Tuha Peut Partai Aceh. Posisinya sebagai Wali Nanggroe merupakan tidak mendukung satu partai mana pun. Jadi, jangan kait-kaitkan jika ada pihak tertentu yang tidak mendapatkan dukungan dari Tuha Peut Partai Aceh,” tulis Adi Laweung melalui pesan singkat via BBM yang diterima portalsatu.com, Rabu 31 Agustus 2016.
Adi Laweung mengatakan, sejak awal proses lahirnya PA, Malik Mahmud sudah pada posisi sebagai Ketua Tuha Peut. Oleh sebab itu, kata dia, kehadiran Malik Mahmud dalam hajatan PA hal yang lumrah.
“Jadi, tidak ada yang salah jika hari ini yang bersangkutan berada di Partai Aceh. Sama juga halnya dengan orang-orang lain yang menduduki suatu posisi di partai yang kemudian juga menduduki suatu jabatan,” kata Adi Laweung.
Hal tersebut ia katakan karena ada beberapa pihak yang menyebut Wali Nanggroe memihak suatu partai atau calon tertentu. Padahal, menurut Adi Laweung, Malik Mahmud hadir dalam setiap hajatan PA sebagai Ketua Tuha Peut.[] (idg)


