BANDA ACEH – Memasuki malam keempat Ramadan 1438 H, jamaah salat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, masih ramai, Rabu, 31 Mei 2017.

Terlihat, jamaah perempuan dan anak anak mengisi halaman marmer yang per petaknya sekira 2,5 x 1,5 meter.

Pada pertengahan tarawih, jamaah yang di halaman mulai menyebar, dan kanak kanak mulai berlarian gembira.

Mereka berteriak, “Mama, ada lantai pualam, ada payung raya penuh warna, warna warni!”

Dan sekeping bulan sabit tepat di atas kubah salak masjid raya, malam ini, disalup awan tipis sebagian, dan sebagian lagi bercaya menerangi malam di atas kota tua binaan para Sultan.

Masjid raya telah semakin gemerlap. Tidak pernah ada sesuatu yang tidak ada gunanya.

Orang orang di masa depan akan bercerita, payung raya penuh warna yang gemerlap waktu malam dibangun di masa Zaini Abdullah Gubernur Aceh dan Muzakir Manaf Wakilnya. Mereka berdua naik berpasangan dahulu melalui Partai Aceh.

Masjid Raya, masih seraya namanya, masih seraya rekaman sejarah yang disimpannya.

Masjid Raya Baiturrahman akan terus gemerlapan, seraya senantiasa merdunya azan dan zikir berkumandang, menggema ke seluruh penjuru kota Bandar Aceh Darussalam tercinta.[]