SUBULUSSALAM – Pejabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, Azhari menghadiri acara Rakornas Pemerintas Pusat dan Pemerintah Daerah bersama Forkopimda se-Indonesia bertempat di Sentul Bogor Jawa Barat, Kamis, 7 November 2024.

Acara yang diikuti lebih 5.000 orang mulai pejabat Eselon I, KPU, Bawaslu, DPRD, Pangdam, Kapolda, Dandim, Kapolres serta Gubernur/Bupati dan wali kota se – Indonesia dalam upaya menselaraskan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Menuju Indonesia Emas 2045.

Rakornas tersebut dibuka langsung Presiden Prabowo sekaligus menyampaikan arahan dan kebijakan yang harus dilakukan ke depan oleh aparatur pemerintah termasuk pengarahan para Menteri Kabinet Merah Putih.

Rakornas tesebut ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam pengarahannya Pemko Subulussalam mendapat apresiasi karena Kota Subulussalam salah satu dari tiga daerah kota telah mampu menurun angka stunting tertinggi.

Gibran berharap capaian Kota Subulussalam dalam menurunkan angka stunting bisa diikuti oleh daerah lainnya, agar semua siap menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Pj Wali Kota Subulussalam, Azhari saat konfirmasi membenarkan saat penutupan Rakornas Wapres Gibran menyampaikan data provinsi, Kabupaten dan kota masing-masing tiga daerah dan Subulussalam salah satu daerah yang telah mampu menurunkan angka stunting paling tinggi secara nasional.

Lebih lanjut Azhari mengatakan perjuangan Penurunan Stunting di Kota Subulussalam dari 47,9% hingga terjadi penurunan yang sangat tinggi hingga 18,3 %.

Menurutnya hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antar TPPS, dan tentunya SKPK Pengampu stunting, begitu juga dengan berbagai inovasi yang dilakukan mulai dari sosialisasi regulasi terkait Perpres nomor 72 tahun 2021 Mulai dari Nasional sampai ke daerah, Penunjukan BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara kontinyu selama 90 Hari termasuk melakukan Kegiatan AKS (Audit Kasus Stunting) Yang Merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan Untuk melihat secara nyata Kondisi anak stunting dan Keluarga Beresiko Stunting.

Azhari juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk dinas terkait yang serius menjalankan program nasional. “Ini mudah – mudahan Subulussalam siap memasuki tahun Indonesia Emas pada masa mendatang,” demikian harapnya.[]