LHOKSUKON – Salah satu upaya pencegahan stunting sejak dini dengan memperbaiki kondisi gizi remaja putri. Hal ini dinilai penting karena remaja putri kelak menjadi calon ibu. Jika saat remaja perilaku untuk asupan gizi baik akan terbawa sampai nanti menjadi dewasa, lalu memasuki masa kehamilan.
Indikator penting yaitu remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah atau TTD. “Kita terus berupaya untuk meningkatkan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri sekaligus juga memperbaiki perilaku mengonsumsi gizi seimbang,” kata Jalaluddin, SKM., M.Kes., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Rabu, 25 Juni 2025.
Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan dukungan berbagai pihak terkait. Misalnya, meningkatkan literasi warga sekolah tentang pentingnya mengonsumsi TTD, olahraga atau aktivitas fisik. Remaja akan didukung untuk berubah perilakunya melalui lingkungan di sekeliling mereka.
“Kita mengajak adik-adik kita, para remaja bisa berperilaku gizi dan kesehatan yang positif. Salah satunya minum tablet tambah darah, makan makanan yang sehat, dan juga melakukan aktivitas fisik”.
Dia menekankan pentingnya gizi seimbang bagi generasi milenial. Gizi menjadi penting dalam menyiapkan generasi milenial menjadi generasi unggul di masa depan. Yakni, remaja produktif, kreatif dan kritis demi kemajuan bangsa.
“Hal ini akan tercapai bila remaja sehat dan berstatus gizi baik,” ucapnya.
Menurut dia, dengan terpenuhinya kebutuhan gizi optimal bagi para remaja mampu mencegah ancaman berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang muncul di kemudian hari. “Selain itu, mampu mencegah anemia, sehingga saat hamil bisa melahirkan bayi yang sehat dan tidak stunting”.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena kurangnya asupan gizi. Penyebab lainya juga karena ada infeksi berulang atau kurangnya stimulasi asupan gizi.
Oleh sebab itu, Jalaluddin berharap agar para remaja di Aceh Utara bisa mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta rutin aktivitas fisik.
“Pola hidup tersebut memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, tak hanya sehat dan bugar, tetapi juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh”.
Dinkes Aceh Utara terus berupaya memberi perhatian terhadap perbaikan gizi pada remaja melalui intervensi gizi spesifik, seperti pendidikan gizi, fortifikasi dan suplementasi serta penanganan penyakit penyerta. Upaya ini untuk meningkatkan status gizi remaja, memutus rantai inter-generasi masalah gizi, penyakit tidak menular dan kemiskinan.[](*)





