BLANGKEJEREN – Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Blangkejeren, Robi Lestari Pasribu, meluruskan polemik dan menjawab keluhan masyarakat Desa Bustanusalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Masyarakat setempat mempertanyakan tentang keberadaan galian kabel listrik yang tak kunjung ditimbun dan sudah ditinggalkan hingga dua pekan.

Menanggapi hal tersebut, Robi Lestari Pasribu, mengatakan bahwa pekerjaan itu bukan ditinggalkan atau mangkrak, tetapi menunggu izin.

“Kemarin, kami mengurus izinnya dulu karena itu jalan lintas nasional. Sekarang, kami sudah mendapatkan izinnya. Insa Allah hari Sabtu ini sudah bisa kita mulai lagi pengerjaanya,” katanya, di cafe Aroma, Blangkejeren.

Dijelaskan Robi, kabel tersebut akan ditanam sepanjang 250 meter mulai dari kantor PLN Blangkejeren hingga ke arah Desa Leme. Fungsinya adalah untuk menyambung daya listrik dari aliran PLTMH Pantan Cuaca ke Blangkejeren.

“250 meter kabel di bawah tanah, kemudian sisanya menggunakan jalur seperti biasa memakai tiang,” ujarnya.

Selama ini, kata Robi, arus listrik di Gayo Lues hanya terpusat di satu titik saja, yaitu dari pembangkit listrik di Desa Rema, tetapi dengan beroprasinya PLTMH Pantan Cuaca, maka sumber daya listrik untuk Gayo Lues menjadi dua.

“Kami akan berkoordinasi lagi dengan kepala Desa Bustanusalam masalah galian itu, kami rasa tidak ada masalah, dan akan kami sampaikan juga kepada warga bahwa pekerjaan itu tidak mangkrak, tetapi menunggu izin,” katanya.[](Anuar Syahadat)