Entah sudah berapa Ramadhan kita lewati. Baik sejak kecil atau usia baligh. Kehadiran Ramadhan menjadi bagian dari sikap rahmat Allah terhadap hambaNya. Ramadhan bagai medium perbaikan dan peningkatan kapasitas kehambaan kita di mata Allah. Sebab, hanya kaum beriman yang menjadi objek khusus dalam ibadah puasa yang dilakukan. Maka Ramadhan semacam penyeleksian kehambaan seseorang dalam beragam tindak kepatuhan di dalamnya.
Sebagai bulan yang penuh dengan janji kebaikan dan atmosfir religi yang tinggi (sehingga Nabi Bersabda : bagi yang tahu manfaatnya, pastilah akan meminta agar ada Ramadhan sepanjang tahun), sangat penting bagi kita untuk secara tepat mengelola kehadiran Ramadhan.
Makna manajemen Ramadhan dapat kita aplikasikan dalam ulasan singkat berikut:
Pertama, Sebagai peluang terbaik. Hal ini berdasarkan pengertian bahwa waktu merupakan kapital utama/bahkan sebagai aset tak terlihat yang perlu dihargai dengan baik. Dengan pendekatan ini kita menanamkan dalam diri kita prihal niat dan sikap yang akan kita tampilkan sepanjang Ramadhan.
Kedua, Komitmen Ketaatan. Yaitu dengan mendaya gunakan seluruh waktu untuk merealisasikan ketaatan dalam bentuk amal shalih yang beragam. Dari puasa, shalat, sedekah, tilawah quran, zikir dan amal kebajikan lainnya.
Ketiga, Kualitas Amal. Kita fokuskan pada amal puasa, karena menjadi kekhasan Ramadhan, maka sangat penting untuk memperhatikan hal hal yang diharapkan dalam puasa, apa saja larangan dan anjuran baik di dalamnya. Syarat, rukun dan hal lain yang berkaitan akannya mesti dijaga dengan baik. Tentu dengan tetap memperhatikan rangkaian ibadah utama lainnya sembari menjaga lisan dengan zikir dan jauh dari dusta dan ghibah.
Keempat, Harapan terbaik. Pada bulan mulia ini jangan lupa kita menetapkan dan meminta harapan terbaik untuk kita. Diantara harapan terbesar adalah, pengampunan dari Allah dan keberkahan pada hari hari selanjutnya. Juga kita berharap akan kebaikan dalam keluarga dan sistem sosial kita, sehingga kita dapat mengamalkan ajaran agama kita untuk keselamatan dunia dan akhirat.
Semoga Ramadhan yang kita jalani ini akan menjadi Ramadhan yang terbaik dalam hidup kita. Insyaa Allah.
Taufik Sentana
Dari Ikatan Dai Indonesia. Kab. Aceh Barat.




