BANDA ACEH – Sutradara Malaysia Mansor Puteh berharap para sineas Aceh harus buat sendiri film tentang Aceh. Hal itu disampaikannya setelah pemutaran film dokumenternya tentang tsunami Aceh, bertema 'Aceh Tak Titis Air Mata' di ruang Mini Theater BPNB, Banda Aceh, pada Sabtu, 12 Januari 2019, malam.
“Seperti Film Cut Nyak Dhien, itu yang buat orang luar,” katanya.
Pada acara yang dihadiri oleh para sineas Aceh itu, Mansor Puteh juga berharap setiap film yang dibuat harus membela dunia Islam.
“Film yang dimenangkan Oskar di barat umumnya adalah film yang menjelekkan Islam,” kata Mansor.
Bahkan seperti di Malaysia, ia juga melihat kini Melayu telah membenci ke-Melayuannya dan Islam, karena banyaknya film yang yang diproduksi merendahkan Malaysia dan Islam, yang kemudian ditayang di stasiun televisi negeri Malaysia.
Untuk mendukung perfilman supaya berfungsi untuk membela Islam, pemerintah harus bekerjasama dengan para Sineas. Dan sepanjang lawatan ke puluhan negara, ia menyaksikan, seperti di Iran pembuatan film mendapat dukungan dari pemerintah dan dibina oleh pemerintah.
Menurut Mansor, di Barat pembuatan film memang untuk tujuan propaganda.
“Itu telah dimulai setelah perang dunia ke II, bagi Hollywood film adalah untuk propaganda, untuk mempromosikan makanan, dan sebagainya,” katanya.[]





