LANGSA – Eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Kota Langsa terima bantuan rumah dari Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A). Bantuan tersebut diserahkan Walikota Langsa Usman Abdullah SE, yang diwakili oleh Kepala Kesbang Pol Kota Langsa H Agussalim SH, MH, di Aula Cakra Donya, Kamis 28 Januari 2016.
Bantuan rumah ini diterima lima mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Selain itu 18 orang mantan kombatan juga mendapat pelatihan perbengkelan selama tiga bulan, kata Agussalim dalam sambutanya saat penutupan pelatihan tersebut.
Lebih lanjut Agussalim mengatakan, MoU Helsinki merupakan bagian dari rekonsiliasi bagi mantan kombatan menuju pembangunan sosial, ekonomi dan politik di Aceh secara berkelanjutan supaya lebih baik untuk masa akan datang.
Pemerintah Aceh melalui BP2A memberikan berbagai macam fasilitas serta skill bagi eks kombatan GAM supaya mampu membangkit ekonominya untuk kebutuhan hidup sehari-hari, ujarnya.
Penyerahan rumah dan pelatihan perbengkelan kepada mantan kombatan serta penyerahan becak modifikasi bagi korban konflik, cacat permanen dianggap penting guna meningkat perekonomian mareka.
Pemerintah Kota Langsa menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada BP2A Pusat dan BP2A Kota Langsa yang telah mengadakan kegiatan pelatihan perbengkelan ini karena akan memberi dampak baik untuk meningkatkan skill bagi para mantan kombatan, kata Agussalaim.
Kepala Kepala Kesbang Pol Kota Langsa ini menegaskan, perekonomian sangat menentukan selesai proses reintegrasi di Aceh, karena semua mantan kombatan GAM butuh pembangunan ekonomi pasca konflik. Namun, katanya, pembangunan ekonomi itu bukan hanya dalam bentuk bantuan atau modal tapi harus ada pendampingan agar seluruh mantan kombatan GAM bisa kembali menata perekonomiannya.
Wali Kota Langsa saat ini tengah fokus meningkatkan kesejahtraan serta menekan angka kemiskinan dalam masyarakat, katanya.
Selain itu, mantan kombatan GAM atau saat ini disebut Komite Peralihan Aceh (KPA) diharapkan yang telah menerima ilmu dari pelatihan dan becak modifikasi supaya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.[](tyb)

