LANGSA – Dahrul Arun, 35 tahun, pria asal Gampoeng Sungai Lhueng, Kecamatan Langsa Timur, hingga sekarang masih menyimpan sejumlah uang logam keluaran Hindia Belanda atau Netherland Indies antara tahun 1922 hingga 1939. Dahrul juga mengoleksi koin 50 sen Dipa Negara produksi 1952.

Dahrul menyebutkan sejumlah koin tersebut merupakan hadiah dari neneknya, saat dia berusia 15 tahun. Namun ada beberapa koin lainnya ditemukan di kebun saat mencangkul. 

“Kebun tersebut tanah warisan dari nenek. Menurut cerita pada masa dahulu di tanah kosong itu merupakan tempat tanaman seperti tanaman lada,” ujar Dahrul Arun kepada portalsatu.com, Kamis, 28 Januari 2016.

Beberapa koin Netherland Indies yang kini dikoleksi Dahrul seperti uang pecahan 5 Ct atau 1/100 rupiah tahun 1922, pecahan 1/4 G atau 1/4 rupiah tahun 1929, pecahan 1/10 G atau 1/10 rupiah tahun 1938, pecahan 1 Ct atau 1/100 rupiah tahun 1987, pecahan 1 Ct atau 1/100 rupiah tahun 1938, pecahan 1 Ct atau 1/100 rupiah tahun 1939, dan uang logam pecahan 50 sen Dipa Negara tahun 1952.

Dia mengatakan akan memberikan kepada museum untuk dikoleksi jika mereka menginginkan duit logam keluaran pemerintah Hindia Belanda tersebut. “Koin kuno ini sudah langka sehingga tergolong benda atau barang yang dapat dikoleksi, agar nantinya setiap generasi mengetahui jenis dan bentuk uang logam terdahulu dari masa ke masa,” katanya.[](bna)