ISTANBUL –  Mantan presiden Turki Abdullah Gul telah mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden berikut yang telah dimajukan, yang membuyarkan desa-desus mengenai pencalonannya. Demikian disiarkan voaindonesia.com

Berbicara di Istanbul hari Sabtu (28/4), Gul mengatakan ia tadinya akan mempertimbangkan menjadi calon presiden, sekiranya ada kesepakatan dan keinginan luas baginya untuk mencalonkan diri. Mantan presiden itu meninggalkan politik tahun 2014 tetapi namanya sering disebut-sebut sebagai pesaing yang mungkin terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan telah mengumumkan pemilihan presiden dan parlemen akan dimajukan lebih dari setahun menjadi tanggal 24 Juni, yang mengejutkan partai-partai oposisi.

Gul, seorang anggota pendiri partai yang berkuasa pimpinan Erdogan, pernah dengan singkat sebagai perdana menteri Turki setelah pemilu yang membuat partai itu berkuasa tahun 2002. Ia pernah sebagai menteri luar negeri Erdogan dan presiden yang ke-11 Turki.

Sementara laman turkinesia.net yang mengutip kalimat Abdullah Gul dari media berbahasa Turki terbesar, Yeni Safak.

“Hal itu muncul sebagai permintaan oleh mereka yang mempercayai pengalaman dan pemahaman politik saya. Saya menyatakan bahwa jika suatu konsensus tercapai dan ada permintaan luas dari orang-orang, maka saya tidak akan mundur dari tawaran itu. Saya harus memuji Tuan Temel atas usahanya. Tindak lanjut dari usahanya menjadi jelas bahwa tidak ada konsensus. Untuk alasan ini, saya tidak akan mencalonkan diri sebagai calon presiden,” kata Gül.