Oleh: Taufik Sentana*

Ini adalah lanjutan ulasan ringan prihal inspirasi qura'ni sepanjang hari. Pendekatannya adalah pendekatan tadabbur ayat dan tematik. Dari kegiatan ini kita bisa mengambil i'tibar dan inspirasi.

Bila sebelumya kita memulai dari Induk Alquran, Al Fatihah, maka di bagian kedua kita petik inspirasi dari Surat An Nas (manusia), yang secara tataletak berada pada akhir surat Alquran.

Surat An Nas disebut juga surat berisi perlindungan, karena di dalamnya disebutkan dan diperintahkan untuk berlindung kepada Allah. Surat ini sekaligus menjadi bacaan sunnah sepanjang pagi, sore dan malam (seiring dengan Al Falaq dan Al Ikhlas).

Sebagai ayat perlindungan, surat An Nas menjadi gambaran dasar dari sifat manusia yang tampak. Di dalam ayat ini juga disebutkan kata “Jin”, realitas yang tak tampak. Adapun (manusia), “ins” adalah realitas materil sebagaimana makhluk bendawi lainnya. 

Pertalian antara kata “ins” dan “jin” menjadi bagian kemuliaan Alquran. keduan kata ini selalu bersanding saat disebutkan dalam satu ayat atau surat. Ini menjadi penanda bahwa kedua jenis makhluk ini menjadi objek yang diperintahkan untuk menuju jalan ketaatan.

Selain berisi dorongan perlindungan, rangkaian ayat An Nas mengindikasikan kerancuan gejolak dalam diri manusia (karena dibekali nafsu) sehingga si manusia berpotensi “terganggu” selalu oleh bisikan dari dalam dirinya, berupa bisikan keraguan, ketakutan, rasa bangga  dan keburukan. 

Para ulama menyebutkan, selaian perlindungan Allah, bisikan ini dapat dihadapi dengan  selalu menguatkan diri (memaksa diri) dengan amal salih, namun bisikan itu akan terus ada sebagai bagian ujian ketaatan. Bahkan bisikan itu ternyata  datang dari golongan manusia juga, yang datang secara nyata lewat lisan dan tindakan yang dapat menjerumuskan kita dalam kealpaan dan kemungkaran.

Secara fitrawi, manusia yang mendapat otoritas sebagai khalifah di bumi, dalam merealisasikan kehambaannya selalu dinisbahkan pada dirinya yang lemah. Manusia dengan keunggulannya dari makhluk lain, juga diingatkan tentang potensinya yang lemah, bodoh, suka berdebat dan menutupi kebenaran (kafir). Untuk itu para nabi dan rasul diutus agar si manusia yang lemah itu mencapai taraf kesempurnaannya.

 Demikian juga dengan surat An Nas, yang mengajarkan kita tentang memohon perlindungan kepada Allah. Karena Dia Memiliki diri si manusia tadi. 
Dialah Allah, yang Menjadi Rabbinnas, Malikinnas dan Ilahinnas. (Pencipta, Pemilik dan yang layak Disembah).[]

*Studi Tadabbur Alquran.
Dalam Kaya Inspirasi Qur'ani setiap Hari.