BANDA ACEH – Para relawan Irwandi-Nova tetap mendukung pemerintahan Irwandi-Nova untuk mewujudkan visi dan misi Aceh Hebat. Namun, Pemerintah Aceh selama ini dinilai kurang perhatian terhadap relawan akibat ulah oknum-oknum pembisik di lingkaran Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Rewalan Irwandi-Nova Bansigom Aceh, Mukhtaruddin Yakop alias Maop, usai silaturahmi para relawan di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa, 29 Oktober 2019.

Menurut Maop, setelah Nova Iriansyah, menjadi Plt. Gubernur Aceh, banyak relawan Irwadi-Nova mulai tersisih. “Bahkan ada yang beramsumsi Tim Relawan Irwandi-Nova (bersikap) keras dan ditakuti orang, padahal tidak. Buktinya, tim Irwandi-Nova, baik saja, tidak keras. Maka pada kesempatan silaturahmi ini, kami tunjukan hari ini relawan tidak seperti yang mereka bicarakan di teliga Pak Nova Iriansyah,” tegas Maop.

Maop menjelaskan, Tim Relawan Irwandi-Nova pada Pilkada 2017 lalu, sampai sekarang tetap bersikap sopan dan santun. Selain itu, kata dia, pihaknya juga meminta nasihat maupun pandangan sejumlah ulama dan akademisi untuk kebaikan Aceh.

Namun, kata Maop, setelah Irwandi Yusuf ditangkap KPK, sejumlah pembisik masuk ke barisian Nova Iriansyah. “Sehingga menebarkan fitnah ke teliga Pak Nova, mengakibatkan relawan Irwandi tidak dipandang,” ungkapnya.

Dia mengingatkan Pemerintah Aceh agar 15 program Irwandi-Nova dapat berjalan dengan baik. “Karena itu utang moral kami kepada masyarakat Aceh,” ucap Maop.[]

Penulis: Khairul Anwar