Karya Taufik Sentana*
Selendang ini telah robek
dan jantungku terbelah
pijakanku telah meremah
pecahan kaca kaca.
Mulut mulut telah terbiasa
dengan cinta,
cinta yang menempel
di pinggir pinggir
cawan kehidupan.
cinta yang merengek
pada keinginan badan.
cinta yang terselung
kepekatan nafsu.
Hingga gugur anggur kesucian
remuk redamlah sesalan
di tengah jalan pulang.
Sesekali terdengar bisikan
di tepian jalan…….,
Dan ajakan Mari Bercinta itu
masih ada,
terdengar Dekat,
Bergairah
dan Sempurna.
Terbit bermula
dari Nama namaNya
:Kembali, dan bercintalah!
Lemparkan gelas itu
dan reguk dahagamu
Lalu kenakan selendang baru.
……………………
Sepi dan sunyi tercabik sudah
Rindu yang tumpah
telah menjamah wadah.
Risih risaupun terunduh
pada tiap tatapan
yang dibasuh takjubMu.[]
*Penyuka prosa dan sastra sufistik
Kumpulan Indie terbaru berupa
“Password Kebahagiaan”
dan ” Kamus Hujan”.



