Peta persepsi dunia berubah seketika
saat wabah virus ini merebak menembus jarak dan wilayah.
Setelah melampaui juataan korban terinfeksi, bahkan PBB menyeru agar negara yang berkonflik bergencat senjata.
Segala rencana besar,
pesta dan lomba
seremoni ibadah
dan hubungan suami istri
menjadi cerita yang berbeda.
Dari negara kuat selevel Amerika dan Cina atau Eropa mengakui tak bisa berkalkulasi melawan korona. Siklusnya seakan masih panjang.
Kita hanya bertahan dengan batas pemahaman kita yang dangkal. Seakan yang kita pelajari sebelumnya tak berarti sama sekali.
Sebelum kita, wabah wabah pernah menerpa, sejak masa nabi nabi hingga kini. Tujuannya tetap sama,
agar kita kembali:
Kembali bersadar dan mengukur kembali arti semua capaian kita dan untuk apa kita mencapainya?[]
Taufik Sentana
Peminat sastra sufistik







