BANDA ACEHDirektur lembaga riset ICAIOS Teuku Zulfikar mengatakan, Aceh telah melalui masa-masa melelahkan menjelang pilkada 2017. Kompetisi mencari pemimpin telah selesai. Dan sekarang siapa pun yang terpilih, itulah pemimpin kita dan harus  diikuti agar terus bersama-sama membangun Aceh yang lebih baik ke depan.

Hal ini disampaikan Teuku Zulfikar saat menghadiri talkshow Pilkada 2017 yang diselenggarakan The Aceh Institute di RRI Banda Aceh, Kamis, 16 Februari 2017.

“Siapa pun yang terpilih adalah saudara kita, orang Aceh juga. Jadi, sekarang masyarakat dan para pasangan calon mari move on, kita bangun Aceh bersama-sama,” kata Zulfikar.

Menurutnya, dari segi pelanggaran di Aceh, pilkada 2017 betul-betul lebih baik dibandingkan pilkada 2012 lalu. Tidak ada dampak dan permasalahan yang luar biasa dan masyarakat sudah lebih cerdas dalam menahan diri.

“Pilkada kali ini sangat tertib, aman dan terkendali. Kalaupun ada masalah, paling seperti atribut dan spanduk, dan itu hal kecil yang wajar terjadi,” kata Zulfikar.

Hal yang sama diungkapkan anggota Panwaslih Kota Banda Aceh, Sandra Parulian. Ia mengatakan, pelanggaran pilkada di Kota Banda Aceh nyaris tidak ada.

“Paling, terjadi sedikit keterlambatan saat pencoblosan akibat proses pembuatan bilik suara. Dan itu masih dapat ditolerir,” kata Sandra.

Ia berujar, pihak Panwasli akan mengawal ketat proses rekapitulasi surat suara hingga selesai. Dan semua proses rekapitulasi akan disiapkan pada bulan Februari ini.

“Pilkada telah selesai. Ayo kepada para paslon, ajak pendukung untuk saling berpelukan dan ingatkan kepada mereka bahwa setiap kompetisi pasti hanya satu orang yang keluar jadi pemenang,” kata Sandra melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com.[]