BANDA ACEH – Martunis sudah tiga hari menjalani perawatan lututnya yang cidera di salah satu tempat pemulihan tradisional, di Banda Aceh. Dia juga harus merogoh kocek sendiri untuk biaya perawatan ini karena belum memiliki klub tempat meniti karir sepakbola.
“Iya lagi cidera, saya lagi penyembuhan lutut di tempat tradisional,” ujar Martunis, menjawab portalsatu.com, Rabu, 22 Februari 2017 malam.
Dia mengaku belum memiliki rencana khusus terkait profesinya sebagai atlet sepakbola. Bahkan, anak asuh Ronaldo ini mengaku harus istirahat total selama 2-3 bulan untuk penyembuhan lututnya tersebut.
Martunis mengaku cidera kali ini lebih parah karena kambuh saat ikut serta dalam pertandingan antara ISL dengan Timnas akhir Desember 2016 lalu. “Saat itu main sama Ezra Walian di Cijantung, Jakarta,” kata Martunis.
Sejak itu, Martunis terpaksa mengubur keinginannya untuk membela klub PSTNI-U21. Padahal, klub ini telah mengundangnya dalam seleksi.
Meskipun kerap dibekap cidera, Martunis tidak begitu saja melupakan impiannya mengikuti jejak Cristiano Ronaldo. Dia menyebutkan akan berusaha keras menjadi pemain sepakbola profesional. “Insya Allah jika Allah berkehendak,” katanya.
Saat ditanya bagaimana sikapnya jika ditawarkan membela klub daerah seperti Persiraja, Martunis mengatakan, “Insya Allah kalau sudah normal dan jelas.”
Pun demikian, dia juga memiliki rencana lain di luar lapangan hijau. “Insya Allah saya akan tes polisi dalam waktu dekat,” kata Martunis.
Seperti diketahui, Martunis, remaja asal Tibang, Banda Aceh, sempat menyita perhatian publik kala selamat dari amukan tsunami pada 26 Desember 2004 lalu. Mengenakan jersey Portugal, nama Martunis turut menghiasi media asing saat itu.
Tak pelak, Martunis pun mendapat perhatian penuh dari negara Portugal. Akhirnya dia dipertemukan dengan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo dan kelak menjadi anak asuh superstar sepakbola tersebut.
Beberapa waktu lalu, Martunis juga berkesempatan mengembangkan minat sepakbolanya di klub junior Sporting CP. Klub inilah yang pernah mengorbitkan CR7 yang kini terkenal sebagai legenda hidup sepakbola dunia.[]




