BANDA ACEH – Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada, menilai pertemuan antara Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf mengundang berbagai respon dari publik Aceh. Sementara dirinya cenderung menilai pertemuan ini sebagai rekonsiliasi politik di atas meja makan.

“Bisa dibilang biasa saja, tapi memiliki magnet pengaruh yang luar biasa bagi publik Aceh, khususnya bagi simpatisan dan loyalis kedua belah pihak,” kata Aryos, Kamis, 23 Februari 2017.

Aryos mengatakan kedua tokoh Aceh tersebut sangat memahami dan bijak merespon keadaan. Menurutnya tindakan mereka juga memberikan pembelajaran kepada generasi mendatang agar berpolitik bisa dipisahkan antara urusan personal, kekeluargaan, dan kepentingan publik. 

“Kedua tokoh politik hebat itu sangat memahami batasan ketika berinteraksi. Pesan tersirat lainnya menurunkan tensi di lapangan yang berseteru antar masing-masing pendukung agar sedikit menurun, ketika dihadapi kepentingan prioritas yakni rakyat Aceh,” kata Aryos.

Hal sangat penting yang disebut Aryos adalah keduanya menyadari bahwa rakyat Acehlah yang menang dalam Pilkada, bukan elitnya. Pasalnya, kata dia, elit politik atau “kandidatnya” hanyalah pelaksana yang menjalankan perannya melayani rakyat Aceh.

Di sisi lain, Aryos menyebutkan hal penting dalam pertemuan itu adalah terbangunnya semangat kekeluargaan berbalut silaturahmi. Apalagi menurutnya, kedua politisi tersebut memiliki relasi kedekatan yang kuat sehingga secara emosional sangat dekat. 

“Tidak mengherankan terkadang di level bawah terjadi perseteruan, tetapi di level atas biasa saja,” ujarnya.

Dia mengatakan seluruh pihak telah berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan Pilkada Aceh berjalan aman, damai, dan sukses. “Terpenting kesadaran dari masyarakat sudah mulai bangkit menjaga keamanan dengan tidak bertindak anarkis dan membuat kacau,” kata Aryos.[]