Saat Islam mulai menguasai Spanyol pada 711 Masehi, banyak perubahan yang terjadi. Spanyol dan Eropa yang saat itu mengalami kegelapan, seakan mendapat cahaya yang terang.
Saat itu banyak orang-orang Eropa yang non-Muslim belajar di peguruan-perguruan tinggi Islam di Spanyol. Bisa dikatakan Islam menjadi guru bagi orang Eropa.
Berikut Selengkapnya:
Panglima Militer
Ada tiga panglima militer yang menjadi pahlawan dalam proses penaklukan Islam di Spanyol. Yaitu:
Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad,
Musa ibn Nushair.
Tharif disebut sebagai perintis dan penyelidik.
Thariq ibn Ziyad lebih dikenal sebagai penaklukan Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid.
Periodesasi
Ada enam periode saat umat Muslim menguasai Spanyol.
PERIODE PERTAMA (711-755 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang terpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna.
PERIODE KEDUA (755-912 M)
Spanyol di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu dipegang oleh Khalifah Abbasiyah di Baghdad.
PERIODE KETIGA (912-1013 M)
Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar Khalifah.Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad. Abd al-Rahman al-Nasir mendirikan Universitas Cordoba.
PERIODE KEEMPAT (1013-1086 M)
Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth-Thawaif yang berpusat di suatu kota seperti Seville, Cordova, dan Toledo. Pada periode ini umat Islam memasuki masa pertikaian intern.
PERIODE KELIMA (1086-1248 M)
Meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (1086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235 M).
PERIODE KEENAM (1248-1492 M)
Periode ini, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman an-Nasir.
Kemajuan Intelektual
Islam di Spanyol memberikan sumbangsih yang sangat besar pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antaranya bidang filsafat dengan tokohnya Abu Bakr Muhammad ibn Al Sayigh, sains dengan tokohnya Abbas ibn Fama yang termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi.
Dalam bidang sejarah dan geografi, banyak pemikir terkenal yang lahir, yaitu Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M), Ibn Bathuthah dari Tangier (1304-1377 M), dan Ibn Khaldun (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada.
Pembangunan Fisik
Pembangunan fisik yang paling menonjol di Spanyol saat itu adalah pembangunan kota, istana, masjid, pemukiman, dan taman-taman. Yang terkenal antara lain Masjid Cordoba, kota al-Zahra, Istana Ja’fariyah di Saragosa, tembok Toledo, istana al-Makmun, mesjid Seville dan istana al-Hamra di Granada.[]Sumber:republika







