“Ah, gak usahlah kau ungkit-ungkit pahitnya hidup kita dulu, trauma aku,” pinta seorang kawan semasa sekolah.
“Semua yang kau dapat kini berkat masa lalu, itu malah bagus jadi pengingat,” saran saya.
Sahabat!!!
Tak semua orang punya masa lalu yang indah. Namun, ketika kita berhasil kini, sesungguhnya peran masa lalu bermain di sini. Dulu kita miskin. Semua sempit dan terbatas. Karena itu pula kita berusaha keluar dari kepahitan itu. Itulah pendorong sukses kini.
Masa lalu seburuk apapun, wajib kita pelihara sebagai kenangan. Kenangan yang selalu menyediakan cermin buat kita.
Jika kita lupa atau bahkan ingin membuang masa lalu maka itu celaka. Sebab banyak orang kurang mawas diri ketika di atas. Sehingga kehilangan kepekaan. Dan ujungnya adalah kejatuhan.
Para politikus banyak yang gagal. Atau jatuh di masa melanjutkan jabatan. Sebabnya dominan iya kehilangan basis awal. Dulu dekat dengan rakyat. Setelah dapat jabatan menjauh.
Dalam keseharian kita terkadang jabatan tinggi. Materi yang berlimpah. Atau kehidupab yang mapan. Melenakan. Kita ingin melupakan semua kepahitan hidup.
Jika masa lalumu buruk atau jahanam. Dan kini di jalan yang benar. Kenikmatan atas pencapaianmu hanya dengan membanding dengan masa sebelumnya. Dan ini akan menjagamu dari sifat sombong dan tinggi hati.[]



