Setelah wabah corona yang merebak
dari Cina ke Korea, bahkan Amerika dan juga Italia. Kini, Indonesia berpeluang sama. Virus itu menjadi bagian dari cerita kewaspadaan dan ketakutan kita.
Selain menyiapkan layanan antisipasi di instansi terkait, deteksi dini di layanan publik dan tempat terbuka lainnya, bahkan menyengaja qunut untuk perlindungan, semua gelagat kita menjadi bagian dari watak sosial kita.
Tampak rapuh
semrawut
tumpang tindih
dan bercampur rakus.
Rapuh, karena tetiba permintaan bahan pokok di beberapa tempat menjadi tak stabil.
Rakus, dalam arti kapitalisasi issu untuk kepentingan bisnis tertentu.
Katakanlah, seperti kebutuhan akan masker: yang semestinya gratis diberikan pemerintah sebagai proteksi awal, selain membiasakan kembali membersihkan tangan atau menjaga pola makan
Sebab, pada poin ini, indikasi menimbun masker untuk menaikkan harganya kemudian, adalah watak kapitalisme yang paling buruk.[]
Taufik Sentana
Penikmat sastra klasik dan populer



