Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaMassa FPI Asal...

Massa FPI Asal Aceh Hadiri Aksi 4 November

BANDA ACEH –  Massa Front Pembela Islam (FPI) asal Aceh dilaporkan sudah berada di Jakarta pada Selasa, 2 November 2016. Mereka mengaku akan mengikuti “Aksi Bela Islam” pada 4 November 2016 mendatang.

Demikian disampaikan Juru Bicara FPI Aceh, Mustafa Husen Woyla, dalam siaran pers kepada portalsatu.com, Selasa, 2 November 2016. 

“Aksi ini untuk mendesak Presiden Jokowi agar segera memerintahkan polisi untuk menangkap Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Kalau Ahok dibiarkan melanggar hukum, sama dengan mengkhianati negara, agama, dan juga pengkhianat Pancasila,” katanya.

Menurutnya, siapa pun yang mengkhianati Pancasila, wajib ditumbangkan dengan segala risiko.

“Maka kita harapkan agar Jokowi membuka istana dan menerima perwakilan ummat Islam dan harus berjanji paling lambat 2 x 24 jam Ahok harus segera ditangkap,” katanya.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk pengorbanan umat Islam di Indonesia untuk membela agama. Mereka rela berangkat ke Jakarta dengan menggunakan dana pribadi.

“Maka presiden wajib menghargai karena presiden adalah Presiden Indonesia, milik rakyat Indonesia bukan presiden untuk si Ahok. Coba buka mata hati dan pikiran berapa pengorbanan ummat Islam, baik harta tenaga dan waktu untuk membela Al Maidah ayat 51 yang telah dilecehkan oleh si Ahok,” katanya.

Mustafa turut meminta pihak penegak hukum agar bersikap arif menyikapi permasalahan tersebut. Dia juga meminta agar kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama tidak disepelekan.

Mustafa juga mengultimatum Presiden Jokowi apabila kasus Ahok tidak ditindaklanjuti. Salah satu ultimatumnya adalah tuntutan berpisah dari NKRI.

“Kami bangsa Aceh tidak mau mendapat kutukan Allah akibat bernaung di bawah negeri yang mungkin telah mendapat intervensi asing.”[](rel)

Baca juga: