25.5 C
Banda Aceh
Jumat, Desember 2, 2022

Jama’ah Syiar Muhibbah Subuh Lhokseumawe: Tangkap Pendeta Abraham Moses

LHOKSEUMAWE – Jama’ah Syiar Muhibbah Subuh (SMS) Kota Lhokseumawe, Aceh, meminta pihak berwenang menangkap Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses yang telah menyebarkan ujaran kebencian dan penistaan agama Islam .

Jama’ah SMS Kota Lhokseumawe menilai pernyataan Pendeta Abraham Moses dalam video terbaru miliknya telah melukai hati umat Islam. Oleh karena itu, muslimin dan muslimat Jama’ah SMS Kota Lhokseumawe menyampaikan surat terbuka kepada seluruh Lembaga Negara yang terkait, dalam bentuk pernyataan sikap.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan Khadim SMS, Tgk. Alibasyah, bakda shalat Subuh di Masjid Al Atqa, Gampong Kota, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Ahad, 20 Maret 2022. Pernyataan sikap itu turut dikirim kepada portalsatu.com.

“Kami mencintai NKRI dan taat kepada Konstitusi Negara Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kami mematuhi dan menghormati sikap toleransi antarumat beragama berdasarkan Pasal 29 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. Kami senantiasa menjaga kerukunan, keyamanan dan ketentraman bagi kaum minoritas yang nonmuslim di daerah kami,” kata Tgk. Alibasyah.

Jama’ah SMS Lhokseumawe mendukung upaya pemerintah untuk menjaga serta melindungi hak dan privasi setiap pemeluk agama demi terciptanya kerukunan antarumat beragama.

“Oleh sebab itu, kami mengutuk keras perkataan yang diucapkan oleh Pendeta Abraham Moses atau Saifuddin Ibrahim berupa tuduhan dan ujaran kebencian yang tidak berdasar dan telah melukai hati kami umat Islam,” ujar Tgk. Alibasyah.

Adapun perkataan yang dinilai sangat keji diucapkan Pendeta Abraham Moses dalam beberapa potongan kalimat, yaitu, “Kaum kadrun kaum Islam sontoloyo. Pesantren itu melahirkan kaum radikal semua. Ada 300 ayat Alquran yang memicu hidupnya intoleran, memicu hidup radikal dan membenci orang lain karena beda agama, harus diskip atau direvisi atau dihapuskan dari Aĺquran Indonesia. Semua teroris itu datangnya dari pesantren.”

Perkataannya tersebut telah melukai hati dan mendidihkan darah umat Islam Indonesia. “Maka dengan ini kami meminta kepada pihak yang berwenang untuk menangkap dan melakukan proses hukum kepada yang bersangkutan sesuai dengan undang-undang dan aturan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu,” tegas Tgk. Alibasyah.

Jama’ah SMS Lhokseumawe mengajak seluruh umat beragama di Indonesia agar senantiasa menjaga kerukunan dan ketentraman bagi semua pihak untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan antarumat beragama.

Tgk. Alibasyah menutup pembacaan pernyataan sikap itu dengan kalimat takbir tiga kali bersama para Jama’ah SMS Kota Lhokseumawe.

Untuk diketahui, pernyataan Pendeta Abraham Moses itu mendapat sorotan berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Pusat bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Cholil Nafis, menegaskan Pendeta Abraham Moses harus diperiksa baik oleh dokter dan penegak hukum.

“Perlu diperiksa lahir batinnya, baik oleh dokter jiwa dan aparat penegak hukum agar toleransi terus terjaga di Indonesia,” kata KH. Cholil Nafis, seperti dilansir republika.co.id, Senin (14/3).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, turut menanggapi dan mendorong pihak kepolisian segera menyelidiki kasus tersebut.

“Waduh, itu bikin gaduh itu, bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu, saya minta kepolisian segera menyelidiki itu,” kata Mahfud dalam video yang diunggah di kanal Youtube Kemenko Polhukam, Rabu (16/3).

Mahfud juga meminta agar kanal Youtube Saifuddin Ibrahim ditutup. Sebab, ia menilai, video-video yang diunggah dalam akun Saifuddin meresahkan masyarakat.

“Dan kalau bisa segera ditutup akunnya. Karena kabarnya belum ditutup sampai sekarang. Jadi itu meresahkan dan provokasi untuk mengadu domba antarumat (beragama),” tegas Mahfud.

Melansir republika.co.id, Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses, pendeta yang pernah ditangkap pada 2017 karena kasus ujaran kebencian, kembali menimbulkan kontroversi. Dia dinilai, kembali menghina Islam karena menyebut ada 300 ayat Alquran yang perlu dihapus karena memicu tindakan intoleran dalam video terbaru miliknya.

Dalam videonya itu, Abraham juga meminta Kemenag agar merevisi kurikulum madrasah dan pesantren karena melahirkan orang radikal. Menurutnya, semua teroris datang dari lembaga pendidikan pesantren.[](red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Berikan Bonus Atlet Peraih Medali Popda Aceh Barat, Ini Harapan Pj Bupati Pidie

SIGLI - Sebanyak 40 atlet dan pelatih Pidie peraih medali di Pekan Olahraga Pelajar...

PN Lhoksukon Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Monumen Samudra Pasai

ACEH UTARA - Pengadilan Negeri Lhoksukon memutuskan menolak permohonan praperadilan yang diajukan kuasa hukum...

Urang Tue dan Camat Terangun Usulkan Pj Pengulu Tongra dan Garut, Ini Namanya

BLANGKEJEREN - Urang Tue dan Camat Terangun, Kabupaten Gayo Lues, mengusulkan nama Pj. Pengulu...

Tingkatkan Pemberdayaan UMKM, PT PIM Raih Penghargaan dari Pupuk Indonesia

SURABAYA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperoleh penghargaan kontribusi peningkatan pemberdayaan Usaha Mikro...

Hari Ketiga Pekan Imunisasi Polio di Pidie Capai 47 Ribu Lebih, Ini Kecamatan Tertinggi

SIGLI - Hingga hari ketiga Pekan Imunisasi Polio di Kabupaten Pidie, mencapai 47.331 anak...

Pimpinan dan Anggota MPU Aceh Utara 2023-2027 Dikukuhkan, Ini Kata Pj Bupati Azwardi

LHOKSUKON - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi, AP., M.Si., menghadiri pengukuhan Ketua, Wakil Ketua,...

Pendaftar Try Out PPPK Membludak, KNPI Gayo Lues Pindahkan Lokasi

BLANGKEJEREN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gayo Lues terpaksa memindahkan lokasi Try...

Pj Bupati Aceh Utara Lepas Kontingen 15 Cabor ke Pora Pidie

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah, melepas keberangkatan kontingen 15 cabang...

Walkot Subulussalam Janjikan Bonus Rp10 Juta Peraih Medali Emas di PORA Pidie 2022

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E melepas keberangkatan kontingen Subulussalam...

Anggaran TPP Sampai Rp15 Miliar, Ketua DPRK Subulussalam: Laporan Kinerja Harus Real Jangan Manipulasi

SUBULUSSALAM - Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked mengatakan pemerintah memplotkan...

DPRK Sahkan APBK Kota Subulussalam Tahun 2023 Rp 686 Miliar

SUBULUSSALAM - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam menyetujui dan mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja...

Tim Dinas Pengairan Provinsi Turun ke Tanggul Sungai yang Rusak di Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Dinas Pengairan Aceh turun ke Kabupaten Aceh Utara, Ahad, 27 November...

Disiapkan Layani Atlet PORA XIV Pidie, Pj Bupati Tinjau Kesiapan Dua Rumah Sakit

SIGLI - Dua rumah sakit (RS) milik Pemerintah Kabupaten Pidie disiapkan melayani atlet dari...

Tiga Artis Aceh Penutup Parade Maestro Seudati di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Penampilan tiga artis Aceh, Jol Pase, Acun Lhok, dan Safira, menutup Parade...

Hadiri Rakornas Investasi 2022, Pj Wali Lhokseumawe Siap Ikuti Arahan Presiden

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, mengikuti pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

Ini Pagu Pokir Anggota DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam RAPBK 2023

LHOKSEUMAWE – DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe telah menyetujui alias ketuk palu Rancangan Qanun...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Tunjuk Efendi Plt. Kalapas Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

MaTA: Anggaran Titipan di BRA Rp13 Miliar Penting Dilidik dan Audit

BANDA ACEH - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta aparat penegak hukum menyelidiki (lidik) pengelolaan...

Imran Paparkan Kebijakan Pengembangan Lhokseumawe, saat jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, M.Si., MA.Cd., menjadi dosen tamu pada...